Proyek Revitalisasi SDN 10 Makmur Molor dan Diduga Bermasalah, Kajari Bireuen Didesak Audit Menyeluruh


author photo

19 Apr 2026 - 16.27 WIB


BIREUEN — Proyek revitalisasi SD Negeri 10 Makmur, Kabupaten Bireuen, yang menelan anggaran sebesar Rp1,25 miliar dari APBN tahun 2025, menuai sorotan tajam. Selain mengalami keterlambatan penyelesaian, proyek tersebut juga diduga bermasalah dari sisi kualitas pekerjaan hingga aspek keselamatan. Minggu (19 April 2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pembangunan belum rampung meski telah melewati jadwal yang ditetapkan. Kondisi fisik proyek terlihat belum siap digunakan, sementara aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung di sekitar area konstruksi.

Situasi ini memicu kekhawatiran serius, terutama terkait keselamatan siswa. Area pembangunan tidak dilengkapi pembatas yang memadai, sehingga siswa beraktivitas di lingkungan yang berpotensi membahayakan. Risiko kecelakaan seperti tertimpa material, terpapar benda tajam, hingga insiden kerja lainnya dinilai sangat tinggi.

Selain itu, mutu pekerjaan juga dipertanyakan. Sejumlah pihak menilai proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai standar teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dugaan pekerjaan dilakukan secara asal jadi memunculkan kecurigaan adanya pengurangan volume atau penggunaan material di bawah spesifikasi.

Menyikapi hal tersebut, masyarakat mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek. Pemeriksaan dianggap penting guna memastikan ada atau tidaknya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

Jika ditemukan pelanggaran, termasuk indikasi korupsi atau ketidaksesuaian kontrak, aparat penegak hukum diminta mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Masyarakat juga menuntut agar hasil audit dipublikasikan secara transparan sebagai bentuk akuntabilitas dan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pendidikan.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah SD Negeri 10 Makmur melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.(Ak)
Bagikan:
KOMENTAR