‎ ‎
‎ ‎

YAYASAN SURA Sambut Penguatan Rantai Pasok Telur dan Susu untuk Dukung Kelancaran Program MBG


author photo

23 Apr 2026 - 18.37 WIB




Banda Aceh – Yayasan Saudagar Rakyat Aceh (SURA) KADIN Aceh menyambut gembira inisiatif penguatan rantai pasok pangan nasional, khususnya komoditas telur dan susu, dalam rangka mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, Ketua Umum KADIN Indonesia, *Anindya Novyan Bakrie*, pada pertemuan bisnis dan investasi bertajuk _“Strategic Orchestration of China’s Agrotechnology Ecosystem for Strengthening the Supply Chain of MBG Sumatra Corridor”_ dengan Delegasi China, 21 April 2026 di Menara Kadin Indonesia, menyampaikan bahwa kebutuhan telur untuk program MBG secara nasional mencapai lebih dari 700 juta butir per bulan. Angka tersebut menunjukkan besarnya skala kebutuhan dan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan mitra internasional, dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum KADIN Aceh, *Muhammad Iqbal*, menegaskan bahwa momentum ini membuka peluang investasi konkret di sektor peternakan dan pengolahan pangan di Aceh, termasuk pengembangan peternakan ayam petelur skala besar (mega layer farm) serta fasilitas pengolahan susu terintegrasi. Ia juga menyampaikan, "kehadiran delegasi bisnis di Kadin Indonesia merupakan rangkaian agenda investasi terencana dan konkrit yang sedang berproses tahap demi tahap". 

Sebagai salah satu pengelola dapur MBG di Aceh, Yayasan SURA menilai bahwa keberlanjutan program ini sangat ditentukan oleh kekuatan rantai pasok bahan pangan utama di tingkat daerah.
Ketua Yayasan SURA, *Muhammad Mada*, menyampaikan bahwa ketersediaan telur dan susu yang stabil merupakan faktor kunci dalam menjaga kelancaran operasional dapur MBG.

“Yayasan SURA menyambut baik rencana bisnis dan investasi yang diarahkan pada penguatan rantai pasok telur dan susu. Ini sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan, karena kedua komoditas ini menjadi penopang utama dalam menjaga kualitas gizi dan kontinuitas layanan dapur MBG,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhammad Mada yang juga sebagai Ketua _Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Wilayah Aceh_, menegaskan bahwa penguatan rantai pasok tidak hanya berdampak pada kelancaran program, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan peternak dan pelaku usaha di sektor pangan.

Dengan sinergi antara kebijakan nasional, dukungan investasi, dan kesiapan pelaksana di daerah, Yayasan SURA optimistis bahwa program MBG dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat. [*]
Bagikan:
KOMENTAR