Oleh: Annisa Putriawantiko, S.Pd (Pendidik)
Dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak mencuat di lingkungan pendidikan Balikpapan Utara. Seorang siswi berusia 13 tahun diduga menjadi korban perbuatan cabul yang dilakukan oknum guru berinisial SW di salah satu SMP negeri.
Berdasarkan keterangan korban, terduga pelaku melakukan tindakan tidak pantas berupa perabaan, ciuman, hingga tindakan lain yang mengarah pada kekerasan seksual. (Lintasbalikpapan.com)
Selanjutnya dikutip dari laman kompas,com. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengungkapkan bahwa sepanjang Januari sampai Maret 2026 telah terjadi 22 kasus kekerasan di ranah pendidikan.
Dari 22 kasus, 91 persen kasus didominasi oleh kekerasan seksual dan adapun pelaku kekerasan seksual didominasi oleh Guru yakni sebanyak 54,5 persen.
Guru kini Menjadi Ancaman?
Sungguh miris melihat berita diatas, sosok guru yang notabene adalah seorang yang berilmu pengetahuan namun kini bisa dengan mudahnya melakukan perbuatan keji. Melihat banyaknya kasus yang terjadi tentu ini bukan lagi persoalan individu per individu, melainkan ada sistem yang mengaruskan rusaknya para pendidik hari ini.
Pada kenyatanyaanya, ide Sekulerisme liberalisme yang bersemayam hari ini lah penyebab manusia bebas berkreasi dalam memenuhi syahwatnya, termasuk tindakan pelecehan itu. Lingkungan yang tidak kondusif juga mendukung menjamurnya pelecehan seksual. Banyaknya tontonan yang merangsang pikiran liar manusia, aturan masyarakat yang membebaskan interaksi laki-laki dan perempuan, serta hukum dan tindakan penguasa atas pelaku yang tidak tegas membuat mereka terus mencari mangsa.
Selanjutnya hasil pendidikan sistem sekuler inilah membuat sosok guru bermasalah, salah satunya melakukan pelecehan seksual pada murid. Guru sebagai sosok dimuliakan namun bertindak di luar nalar tentu ini kejahatan luar biasa. Jangan sampai kasusnya mengendap demi nama baik sekolah apalagi belum dihukum pelakunya.
jika kita telisik maka akar masalahnya ada pada paradigma sekulerisme dan liberalisme yang berpengaruh pada tata kelola negara, termasuk sistem pendidikan yang tidak mencetak pribadi mulia, baik sebagai murid maupun guru yang seharusnya menjadi teladan kini malah nampak seperti ancaman bagi muridnya sendiri.
Dengan demikian, adanya kasus kekerasan seksual ini merupakan satu di antara banyaknya problem sistem pendidikan saat ini. Negara nampak gagal mewujudkan karakter guru yang mulia dan pun gagal menjaga anak dari kejahatan seksual di dunia pendidikan.
Dengan begitu, tindakan tak senonoh itu tidak boleh dibiarkan terus menerus apalagi pelakunya adalah seorang guru. Butuh perlindungan hakiki dan menyeluruh pada anak dari kekerasan seksual. Pencegahan dari orang tua saja tidak cukup, perlu penjagaan tersistem. Sedangkan dapat dipastikan hanya level negara yang dapat mewujudkan penjagaan yang maksimal.
Islam Solusi Hakiki
Islam memiliki sistem yang komperhensif untuk mengatur kehidupan manusia. Dalam Islam, tentu diawali dengan upaya pencegahan sedini mungkin yakni dengan menerapkan sistem pergaulan Islam yang mengatur interaksi laki-laki dan perempuan, menutup rapat-rapat celah terjadinya kejahatan seksual.
Selanjutnya dalam hal penanganan, Islam juga memiliki sistem sanksi yang tegas bagi siapa saja pelaku kejahatan seksual. Sanksi tegas yang diterapkan tersebut bukan tak ada artinya, melainkan memiliki dua fungsi. Yakni sebagai efek jera (zawajir) bagi pelaku dan orang-orang sekitarnya, agar tidak terulangnya kasus kejahatan seksual tadi. Selanjutnya kedua sebagai penebus dosa (jawabir) bagi pelaku di akhirat kelak nanti.
Pendidikan dalam Islam juga didasari oleh keimanan atau ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Para pelajar ditanamkan akidah Islam yang kuat serta ketaatan kepada perintah Allah, sehingga ilmu pengetahuan apapun yang mereka kuasai nantinya akan menambah iman dan takwa mereka kepada Ilahi Rabbi.
Adapun sosok guru dalam Islam amatlah mulia kedudukannya, berperan penting untuk melahirkan generasi gemilang dalam suatu peradaban. Guru bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan melainkan mendidik, membimbing hingga membentuk pribadi murid menjadi sosok yang ahli dibidang ilmu dunia dan taat kepada Allah.
Inilah sedikit gambaran luarbiasanya Islam mengatur urusan manusia, segala kemuliaan dan keamanan akan datang manakala Islam diterapkan secara utuh dikehidupan kita hari ini. wallahua’alam bisshawab.