‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Pembunuhan Meningkat, Bukti Manusia Makin Jauh dari Islam


author photo

10 Mei 2026 - 19.03 WIB



Oleh: Asih Lestiani

Beberapa tahun terakhir ini terjadi lonjakan angka pembunuhan di Indonesia. Di bulan Mei tahun ini kita temukan ada kasus pembunuhan yang terjadi di Surabaya dan Pekanbaru. Alasan pembunuhan ini pun didasari pada berbagai motif, di antaranya dipicu oleh masalah ekonomi, dendam pribadi, percintaan, sampai tindakan brutal tanpa belas kasih. Kasus di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru yang melibatkan menantu sebagai dalang pembunuhan lansia, termasuk kasus pembunuhan di Surabaya yang bermula dari kecemburuan menjadi bukti bahwa kriminalitas iàni kian hari kian mengkhawatirkan. (Metroriau.com dan detik.com, 3/5/2026)

Begitu mengerikannya kehidupan hari ini. Kesuksesan hari ini seringkali dipandang dari standar materi, mulai dari uang, karir, jabatan, kepuasan diri, gaya hidup konsumtif, kepemilikan benda, dan lainnya. Manusia akhirnya mudah gelap mata saat keinginannya ini tidak tercapai. Sistem ini juga melahirkan tekanan hidup, degradasi iman dan mental rakyat hari ini.

Di sisi yang lain, Islam justru ditinggalkan di tengah-tengah manusia. Padahal Islam adalah agama sekaligus aturan hidup yang di dalamnya mampu menjaga jiwa manusia, mendidik keimanan dan ketakwaan, menanamkan rasa takut kepada Allah, dan memberikan sanksi yang tegas yang berfungsi sebagai penebus dosa sekaligus pencegah agar kejahatan itu tidak merajalela. Namun, ketika manusia dan kehidupan hari ini jauh dari keimanan dan syariat Allah, maka kerusakan demi kerusakan akan terus bermunculan.

Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 33 yang di dalamnya menegaskan larangan membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar.

Jadi di dalam Islam, membunuh manusia tanpa alasan yang dibenarkan syariat merupakan dosa besar dan sebuah kejahatan. Karena dalam Islam sangat dijaga kehormatannya dan satu nyawa itu mempunyai nilai yang sangat besar di sisi Allah. 

Dalam surah Al-Ma'idah ayat 32 juga dinyataka bahwa barang siapa membunuh seseorang (bukan karena orang itu membunuh orang lain atau membuat kerusakan), maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia.

Kemudian dalam surah An-Nisa' ayat 93 juga dijelaskan bahwa ada ancaman keras bagi yang membunuh orang mukmin dengan sengaja, di mana balasannya adalah neraka Jahannam, kekal di dalamnya, dan mendapatkan murka Allah. Naudzubillahi min dzalik.

Dalam hukum Islam, pembunuhan dapat dikenai qishash yaitu hukuman yang sama. Sistem sanksi dengan sistem Islam bersifat tegas, di mana sistem sanksi ini bisa menjadi penebus dosa dan juga mencegah kemaksiatan yang lainnya.

Dalam sistem Islam juga negara akan menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan. Sehingga kebutuhan itu bisa terpenuhi dengan baik. Masyarakat termasuk di dalam individunya akan dibina keimanannya dengan akidah Islam sehingga memiliki ketakwaan kepada Allah, menjadikan ridha Allah sebagai tujuan hidupnya, dan sadar bahwa setiap amal yang diperbuat kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Sehingga, hanya sistem Islam yang mampu menjaga nyawa dengan sebaik-baiknya. Wallahu a'lam bishawab.
Bagikan:
KOMENTAR