Bukan kali pertama, di tahun ini adanya sejumlah vidio dan berita yang memperlihatkan sikap tidak pantas para siswa terhadap guru yang pernah di viralkan di media sosial, mulai dari sikap kesewenangan, acuh tak acuh sampai sikap perlawana yang lantang pun pernah terjadi didunia pendidikan. Terakhir berita yang masih hangat di telinga kita adalah kasus beberapa siswa melakukan aksi tidak pantas kepada gurunya yang sempat viral di media masa pertengahan bulan april lalu.
Jika membahas sanksi, tentu tidak pantas seorang siswa kepada gurunya yang berhasil diviralkan medapatkan sanksi tegas dari sekolah mereka, bahkan sanksi moral juga di dapatkan dari kritikan dan kecaman komentar warga netizen di media social bahkan di kehidupan nyata. Namun sayangnya kasus semacam ini terus terulang kembali.
Prilaku asusila kepada guru di beberapa kasus adalah cerminan krisis moral yang terjadi akibat dari penerapan sistem sekuler-liberal saat ini, dimana dengan sistem yang memisahkan agama dari kehidupan dan menciptakan kebebasan berpendapat dan berperilaku melahirkan pelajar yang mengabaikan adab kepada guru. Mereka tidak memahami korelasi antara ibadah sebagai kewajiban di dalam agama dengan kehidupan yang mereka jalani dalam kesehariannya. Jadi tidak jarang kita dapatkan para pelajar yang memiliki nilai pengetahuan yang tinggi namun rendah moralnya. Mereka tidak segan-segan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan validasi nilai yang baik tanpa memperhatikan apakah itu sesuai aturan syariat atau tidak, atau bahkah hanya untuk mengejar viralitas dan diakui dalam lingkungan. Mereka acap kali melanggar norma-norma atau adab dari pandangan agama.
Pemerintah sering menggaungkan “profil pelajar pancasila” bahkan sebelumnya juga sudah sangat banyak perubahan semboyan dan kurikulum demi menghasilkan tujuan pendidikan di Indonesia. Namun, kasus demi kasus yang terjadi di kalangan pelajar saat ini menjadi pembuka kenyataan bahwa masih ada sesuatu kekeliruan dalam dunia pendidikan sehingga menghasilkan pelajar-pelajar yang memilki nilai akademik yang bagus tapi minim moral dan perilaku yang jauh dari norma agama.
Seharusnya kurikulum di bangun berdasarkan akidah Islam sehingga bisa mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam, dengan memiliki pola pikir yang sesuai syariat maka seseorang akan memiliki pola sikap yang sesuai syariat pula. Tanpa diragukan lagi, seseorang yang menjaga pola pikir dan pola sikap yang sesuai syariat akan mencetak manusia-manusia sebagaimana generasi para sahabat Rasulullah SAW dimana tingkah laku mereka hanya berpedoman pada tujuan Ridha Allah SWT semata bukan yang lainnya.
Jika pendidikan Islam benar-benar bisa diterapkan, tidak akan pernah lahir perilaku tak pantas kepada seorang guru, karena di dalam islam melakukan tindakan tidak terpuji kepada seorang guru merupakan tindakan melanggar syariat. Islam memposisikan guru sebagai sosok yang mulia dan mendapatkan penghargaan tinggi serta penghidupan yang sangat layak dari negara.
Wallahu ‘alam bissawab.