‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Aktivis Perempuan Global Flotila Dilecehkan, Mengapa Israel Tetap Aman?


author photo

10 Jun 2026 - 11.47 WIB



Oleh: Nana Juwita, S.Si.

Kejahatan Israel bukan lah rahasia, semua mata tertuju pada Israel, namun sekalipun dunia melihat bagaimana brutalnya Israel melakukan kejahatan pada umat Islam di Palestina, tetap saja umat tidak mampu berbuat apa-apa untuk menolomg saudara-saudara mereka, selain sebatas memberikan bantuan kemanusian dan mengecam tindakan Israel tersebut.

Sebegitu kejamnya perlakuan Israel terhadap umat Islam di Palestina sehingga Zionis Israel tidak segan-segan melakukan berbagai makar untuk menghalang-halangi umat Islam yang berusaha memberikan bantuan pada Palestina. Hal ini terlihat dari pernyataan yang dirilis oleh Penyelenggara Global Sumud Flotilla 2.0 pada Jumat (22/05) mengenai perlakuan militer Israel terhadap para relawan. Diman Setidaknya ada 15 kasus kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan. Ada yang ditembak dengan peluru karet dari jarak dekat. Puluhan orang mengalami patah tulang."hal ini juga menimpa aktivis warga negara Indonesia (WNI) yang juga peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Usai dibebaskan, para relawan mengaku dipukuli, disetrum hingga diteriaki sebagai teroris. (www.bbc.com, 23/05/26)

Atas apa yang terjadi pada para aktivis GSF tersebut Pemerintah Kanada mengatakan telah menerima informasi yang merinci "perlakuan mengerikan" terhadap warganya. Adapun pemerintah Jerman dan Spanyol mengonfirmasi bahwa sejumlah warga mereka mengalami cedera. Sementara itu Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengecam perlakuan tidak manusiawi yang menimpa para relawan selama masa penahanan.
"Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi," katanya.

Misi kemanusiaan GSF dalam rangka memberikan bantuan kepada warga Palestina pun mendapatkan ancaman, sementara umat Islam saat ini hanya dapat mengecam, ini lah fakta bahwa umat Islam tidak memiliki kekuatan untuk dapat melawan entitas Israel, walau pun itu hanya sekedar ingin memberikan bantuan kemanusiaan. Bahkan sekalipun diumumkan gencatan senjata maka berkali-kali Israel juga melanggar perjanjian gencatan senjata. 

Selain itu HAM (Hak asasi manusia) yang dikampanyekan oleh negara barat ternyata malah mereka menjadi pelanggar HAM terbesar di dunia, bayangkan sudah berapa nyawa hilang akibat agresi Israel di Palestina dan negeri Muslim lainnya? Namun justru Barat (AS) bersekutu dengan Zionis. Sementara negeri-negeri Muslim terpecah belah dan terpisah oleh sekat-sekat negara. Tanpa memperdulikan nasib negeri tetangganya. Jika sudah begini umat Islam butuh kekuatan yang mampu mempersatukan selurug uamt Islam, sehingga hadir ditengah-tengah umat pemimpin yang berani melawan kebiadaban Zionis Israel. Berharap pada berbagai macam aksi kemanusiaan ternyata terbukti belum mampu membebaskan Palestian dari penjajahan Israel.

Tampakalah, kejahatan pada aktivis GSF 2.0 adalah bagian dari dominasi kolonialisme Israel yang didukung Barat. Dominasi ini memunculkan arogansi untuk melakukan kejahatan pada aktivis kemanusiaan. Impunitas yang dimiliki Israel melahirkan kecenderung an bertindak represif . Impunitas Isreal karena sistem internasional -hukum internasional tidak netral, tetapi dipengaruhi kepentingan negara besar. Lahirlah ketimpangan kekuatan,lemahnya akuntabilitas internasional, dan perlindungan politik global terhadap israel. Selama ada perlindungan geopolitik, pelanggaran aturan perang akan terus terulang. 
Hukum internasional memang lahir untuk mengokohkan penjajahan Barat-sekutu Israel dan melawan kaum muslimin. Tindakan jahat Isarel pada para aktivis GSF bukti tidak boleh ada yang membela Palestina, agar Palestina tetap dalam penjajahan Barat. Tindakan brutal militer Israel terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla, termasuk terhadap 9 WNI menjadi tamparan keras bagi para penguasa muslim terutama yang ada di sekitar Gaza Palestina karena sikap pengecut dan khianat kepada kaum muslimin dengan membiarkan penjajahan entitas Yahudi, genosida, dan kelaparan yang parah atas penduduk Gaza hingga saat ini.  
Ini lah kelemahan umat Islam yang tidak memiliki pelindung, hal ini berbeda cerita ketika Khilafah hadir maka negara Islam akan menegakkan hukum perang di dunia, sehingga di saat perang , keselamatan warga sipil, aktivis kemanusiaan (non kombatan) akan tetap terjaga dan terlindungi kehormatannya. Entitas Yahudi (Israel) yang telah melakukan kejahatan paripurna layak untuk dihukum dengan memeranginya sekaligus memutus tangan-tangan sekutunya, dan sistem Internasional yang melindunginya. 
Akar masalah persoalan palestina adalah penjajahan, sehingga umat dan penguasa negeri muslim harus menyadari solusi hakiki dan syari hanyalah jihad dan khilafah. Jihad dilakukan untuk mengusir penjajah dan mengembalikan semua tanah palestina yang dirampas, sehingga yang dibutuhkan bukan hanya bantuan kemanusiaan. Khilafah adalah kebutuhan mendesak dunia dan kewajiban syari untuk melindungi setiap jengkal tanah Palestina dan seluruh negeri muslim yang lain, serta untuk mengakhiri berbagai kerusakan peradaban dunia yang lahir dari kapitalisme.
Bagikan:
KOMENTAR