BIREUEN — Sejumlah warga Gampong Ulee Ceu, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, mendesak Keuchik Ulee Ceu, Azwani alias Keuchik Wani, membuka secara transparan pengelolaan bantuan bagi korban banjir serta penyaluran uang Jatah Hidup (Jadup) kepada masyarakat terdampak bencana.
Desakan tersebut muncul karena warga mengaku belum memperoleh informasi terbuka mengenai jumlah, jenis, serta mekanisme penyaluran bantuan yang diterima Gampong Ulee Ceu dari para donatur.
Hingga Kamis (13/8/2026), warga menyebut belum ada penyampaian secara terbuka terkait total bantuan yang masuk, termasuk bantuan berupa selimut, sarung, dan sejumlah kebutuhan lainnya.
Warga juga mempertanyakan sejumlah bantuan yang menurut mereka sempat dibawa ke kediaman Keuchik Wani. Informasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai transparansi pengelolaan dan distribusi bantuan.
“Kami meminta Keuchik Wani menyampaikan secara terbuka bantuan yang diterima kepada masyarakat umum,” ujar seorang warga kepada media ini, Kamis (13/8/2026).
Dugaan Pemotongan Jadup
Selain bantuan banjir, warga turut mempertanyakan dugaan adanya pemotongan uang Jatah Hidup (Jadup) yang diterima masyarakat terdampak bencana.
Menurut keterangan warga, uang Jadup yang diambil melalui Kantor Pos Matang Glumpang Dua diduga diminta untuk diserahkan sebagian kepada pihak keuchikan.
Warga bahkan mengaku menghadapi persoalan terkait undangan pencairan Jadup.
“Kalau tidak kita kasih uang kepada keuchik, undangan Jadup yang diberikan oleh kantor tidak diberikan kepada warga,” ungkap warga tersebut.
Keterangan tersebut merupakan tudingan dari warga yang perlu diklarifikasi dan dibuktikan lebih lanjut. Jika memang terdapat pungutan atau pemotongan, masyarakat berhak mengetahui dasar hukum, nominal, mekanisme, serta pihak yang menerima uang tersebut.
Masyarakat berharap Pemerintah Gampong Ulee Ceu memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan bantuan kemanusiaan dan Jadup tidak berkembang menjadi keresahan maupun dugaan penyalahgunaan.
Transparansi dinilai penting, terutama karena bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan kepastian bahwa seluruh bantuan diterima serta disalurkan sesuai peruntukannya.
Media ini telah melakukan konfirmasi kepada Keuchik Ulee Ceu, Azwani alias Keuchik Wani, terkait tudingan warga mengenai pengelolaan bantuan banjir dan dugaan pemotongan Jadup. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.(MN)