BANDAR DUA, PIDIE JAYA -- Rabu 05 Agustus 2026 sore menjelang malam, Asap sisa kebakaran di YPI Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Jannah, Gampong Blang Kuta, belum sepenuhnya memudar ketika nurani kemanusiaan bergerak cepat. Di tengah puing-puing bangunan yang menyisakan duka mendalam bagi para santri, kepedulian nyata hadir menghangatkan suasana. Dua wakil rakyat dari Fraksi Partai Aceh (PA) DPRK Pidie Jaya Dapil 2 Bandar Dua Jangka Buya, Edi Saputra dan Drs. Said Syahrul, SH, turun langsung ke lokasi musibah untuk menyalurkan bantuan masa panik demi memastikan pengabdian untuk masyarakat dan dunia pendidikan Islam tetap berdiri kokoh.
Aksi cepat tanggap ini bermula dari sebuah inisiatif spontan yang lahir di meja kopi. Berawal dari perbincangan hangat mengenai kondisi konstituen dan benteng pendidikan di wilayah Bandar Dua serta Jangka Buya, kedua politisi Partai Aceh tersebut sepakat untuk tidak membiarkan lembaga pendidikan Islam ini berjuang sendirian. Tanpa menunda waktu, komitmen kerakyatan yang tercetus di meja diskusi sederhana itu langsung dijelmakan menjadi aksi nyata di lapangan.
Kehadiran dua legislator ini disambut haru oleh pimpinan YPI Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Jannah, Tgk. Munawar Khalil atau yang akrab disapa Abana. Penyerahan bantuan berupa paket sembako dan santunan tunai diserahkan langsung kepada Abana, disaksikan oleh Keuchik, Babinsa, serta tokoh adat gampong setempat. Momen penyerahan ini menjadi simbol kuat hadirnya negara dan wakil rakyat di tengah kepedihan warga.
Dalam peninjauan tersebut, Edi Saputra—yang juga menjabat sebagai Ketua JASA (Jaringan Aneuk Syuhada) bentukan Partai Aceh wilayah Pidie Jaya—menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa para santri. Ia menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pemulihan pasca-kebakaran. Menurutnya, pemulihan sarana dan prasarana adalah langkah krusial agar proses belajar-mengajar bagi para santri dan santriwati dapat kembali berlangsung normal seperti sedia kala.
Senada dengan itu, Drs. Said Syahru, SH menggaris bawahi kepeduliannya terhadap keberlanjutan pendidikan dayah. Ia berikhtiar mendorong pemenuhan kembali fasilitas yang rusak, baik berupa material fisik untuk pembangunan kembali gedung dayah maupun pengadaan kitab-kitab bagi guru dan santri agar roda pendidikan agama tidak terhenti.
Suasana kian menyentuh saat Abana menyampaikan rasa terima kasih penuh pengharapan atas wujud nyata perhatian yang hadir tepat di saat musibah melanda. Kehadiran langsung para wakil rakyat ini bukan sekadar meringankan beban logistik, tetapi memberikan suntikan moral dan kehangatan bagi seluruh keluarga besar dayah untuk bangkit kembali. (Gg)