KKN Unimal Kelompok 29 Dorong UMKM Cempeudak Naik Kelas, QRIS Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital


author photo

21 Agu 2026 - 15.22 WIB



ACEH UTARA — Transformasi digital mulai menyentuh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Cempeudak, Kecamatan Kota Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Tahun 2026 Kelompok 29 memperkenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu solusi pembayaran digital bagi pelaku usaha, Jumat (21/8/2026).

Langkah tersebut tidak sekadar memperkenalkan sistem pembayaran non-tunai. Mahasiswa KKN berupaya membuka wawasan pelaku UMKM bahwa digitalisasi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan pola transaksi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing usaha di tingkat desa.

Salah satu pelaku usaha yang menjadi sasaran pendampingan adalah Keude Ibu Nurakmal, yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan keperluan sehari-hari masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman secara langsung mengenai fungsi, manfaat, serta cara penggunaan QRIS. Konsumen nantinya dapat melakukan pembayaran secara non-tunai melalui berbagai aplikasi pembayaran yang telah mendukung layanan QRIS.

Menurut mahasiswa KKN Kelompok 29, penerapan pembayaran digital dapat memberikan alternatif transaksi yang lebih praktis dan fleksibel bagi masyarakat. Bagi pelaku usaha, kehadiran QRIS juga menjadi bagian dari proses adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam aktivitas perdagangan sehari-hari.

Pendampingan dilakukan melalui diskusi langsung dengan pelaku UMKM. Mahasiswa berusaha menjelaskan penggunaan QRIS dengan bahasa sederhana agar teknologi tersebut tidak dipandang sebagai sesuatu yang rumit, melainkan sebagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan secara langsung dalam kegiatan usaha.

Selain memberikan edukasi, mahasiswa KKN Kelompok 29 juga menyerahkan media QRIS untuk digunakan dalam transaksi di Keude Kak Putri. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM setempat untuk semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

Digitalisasi, menurut mahasiswa, tidak seharusnya berhenti pada penggunaan QRIS. Pelaku UMKM juga perlu mulai mempertimbangkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, pemasaran daring, pencatatan transaksi yang lebih tertata, hingga pengembangan strategi pemasaran berbasis teknologi.

Dengan demikian, QRIS diposisikan bukan hanya sebagai alat pembayaran, tetapi sebagai pintu masuk menuju ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.

Bagi KKN Unimal Kelompok 29, program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk penerapan pengetahuan mahasiswa di tengah kehidupan ekonomi masyarakat desa. Pendampingan UMKM diharapkan mampu memberikan manfaat praktis sekaligus menumbuhkan keberanian pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.

Program ini juga menunjukkan bahwa transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari sebuah keude di Desa Cempeudak, teknologi sederhana seperti QRIS dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan baru dalam transaksi dan pelayanan kepada konsumen.

KKN Unimal 2026 Kelompok 29 berharap penggunaan QRIS dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pelaku UMKM. Lebih jauh, pelaku usaha diharapkan tidak berhenti pada pembayaran digital, tetapi mulai bergerak menuju promosi, pemasaran, dan pengelolaan usaha berbasis teknologi.

Dari Desa Cempeudak, digitalisasi UMKM dimulai. QRIS menjadi langkah awal untuk mendorong usaha lokal agar lebih adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah pesatnya perubahan ekonomi digital.

KKN Unimal 2026 Kelompok 29
Desa Cempeudak, Kecamatan Kota Makmur, Kabupaten Aceh Utara(**)
Bagikan:
KOMENTAR