Penulis: Titin Kartini
Narkoba entah kapan barang haram ini enyah dari kehidupan, setiap hari berita tentang narkoba kian meningkat. Dilansir dari tribratanews.jabar 18 September 2026 Satuan Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika antar provinsi yang memanfaatkan jasa pengirimna paket. Polisi menyita 18,05 kilogram ganja kering dan 1.000 butir obat keras terbatas jenis Double L, serta menangkap seorang tersangka berinisial MDF (25), warga Sidoarjo, Jawa Timur.
Tentunya ini ukanlah kasus pertama, jaringan narkoba baik antar wilayah, antar provinsi, bahkan antar negara tak pernah kunjung usai, berbagai modus dilakukan demi mulusnya peredaran barang haram tersebut. Meski resiko hukuman atas kejahatan ini tak bisa dipandang sepele, hukuman kurungan penjara belasan tahun hingga hukuman mati pun sudah diberlakukan namun nyatanya para bandar dan pengedar kecil semakin menjamur, hukuman berat tersebut tak membuat mereka takut. Dan para pengedar narkoba terdiri dari semua jenis kelamin dan umur, ada pengedar perempuan dan juga anak dibawah umur.
Tentunya hal tersebut menjadi pertanyaaan besar bagi kita semua, mengapa bisa terjadi?. Dalam hal ini tentu penting untuk diperhatikan oleh pemerintah, kasus pengedaran narkoba jangan hanya terpusat pada penangkapan para bandar dan pengedar saja, akan tetapi pada penyelesaian akar masalah dari penyebab mengapa masyarakat membutuhkan narkoba?. Karena merajalelanya narkoba sudah dapat dipastikan karena banyaknya permintaan.
Ada banyak faktor mengapa banyak masyarakat membutuhkan narkoba diantaranya:
1. Beban hidup yang semakin berat berkolaborasi dengan keimanan yang tipis menghasilkan masyarakat yang pengecut sehingga membutuhkan pelarian dengan mengkonsumsi narkoba.
2. Sulitnya mencari pekerjaan yang layak pun menjadi satu faktor penunjang maraknya peredaran narkoba. Masyarakat yang sudah putus asa bagaimana caranya memenuhi kebutuhan hidupnya, alhasil pekerjaan apapun akan diambilnya tak penting bagi mereka apakah pekerjaan itu halal atau haram. Mereka akan menghalalkan segala cara demi bertahan hidup untuk dirinya maupun keluarganya dengan menjadi kurir atau pengedar narkoba. Bukan mereka tak tahu akan resikonya namun semua kembali kepada tidak adanya pekerjaan bagi mereka.
3. Sistem kapitalis yang sekuler telah menciptakan kehidupan yang berat di berbagai lini kehidupan bagi masyarakat serta menjauhkan aturan agama dalam kehidupan manusia, sehingga menghasilkan manusia-manusia lemah ketika menghadapi ujian hidup.
Alhasil semua permasalahan tersebut kembali kepada sistem yang diterapkan, sistem kapitalisme yang sekuler dan liberal telah mengacak-acak tatanan kehidupan manusia. Negara yang kian abai akan kehidupan rakyatnya, masyarakat yang semakin individualis bersikap acuh terhadap sesamanya, masuknya berbagai macam budaya sekuler dan liberal ditengah-tengah masyarakat semakin menjauhkan norma-norma agama dalam kehidupan manusia.
Karena semua semua problematika kehidupan ini berasal dari sistem, maka mengatasi semua ini tentu saja dengan mengganti sistem. Namun sistem yang harus diterapkan bukanlah sistem buatan manusia yang segala sesuatunya dinilai dengan baik dan buruknya menurut akal manusia yang terbatas. Sistem yang harus diterapkan adalah sistem yang berasal dari Sang Penciptanya manusia yang tahu akan kebutuhan manusia secara fitrahnya. Adalah Islam sebagai sistem yang berasal dari Allah Swt. tiada keraguan sedikitpun untuk mengatur kehidupan manusia. Islam telah terbukti menghasilkan manusia-manusia kuat tanpa narkoba dan menghadirkan kehidupan yang ideal yang dibutuhkan manusia sesuai fitrahnya.
Allah Swt. berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 208 yang artinya ‘’Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.’’
Maka kami penerapan Isalam secara menyeluruh adalah kewajiban yang harus segera ditegakkan dan diterapkan, selamatkan manusia dengan syariat-Nya. Wallahu a’lam.