LHOKSEUMAWE — Pertemuan Forum Keuchik dan Pemuda Kecamatan Muara Satu dengan manajemen PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Arun dan sejumlah pihak terkait pada Jumat (11/9/2026) memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait substansi pertemuan dan agenda pembahasan tenaga kerja masyarakat lokal.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut disebut sebagai forum silaturahmi dan koordinasi antara masyarakat, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, perusahaan, serta mitra kerja. Pertemuan berlangsung di wilayah Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Muara Satu Mustazir Ramli, S.IP., M.Si., Kapolsek Muara Satu Iptu Abdul Karim, perwakilan Danramil Muara Satu, perwakilan manajemen PLN Nusantara Power UP Arun M. Dimas Mucharomi, perwakilan PT MKP, serta para keuchik dan pemuda dari sejumlah desa di Kecamatan Muara Satu.
Dalam pertemuan, persoalan serapan tenaga kerja masyarakat sekitar menjadi salah satu isu yang dibicarakan. Selain itu, peserta juga membahas pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Perwakilan Manajemen PLN Nusantara Power UP Arun, M. Dimas Mucharomi, mengatakan komunikasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk menjaga hubungan yang harmonis.
“Kami menyambut baik kegiatan silaturahmi dan koordinasi ini. Forum seperti ini menjadi ruang yang baik untuk menyampaikan aspirasi, menyamakan persepsi, sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan keberadaan dan aktivitas perusahaan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Terkait tenaga kerja, PLN Nusantara Power UP Arun bersama mitra kerja menyatakan akan terus membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan tenaga kerja masyarakat sekitar dengan tetap mempertimbangkan kompetensi, kualifikasi, kebutuhan pekerjaan, serta ketentuan yang berlaku.
Namun, di balik narasi silaturahmi dan koordinasi tersebut, muncul pertanyaan mengenai seberapa konkret hasil pertemuan bagi masyarakat lokal, khususnya terkait peluang kerja dan mekanisme penyerapan tenaga kerja dari desa-desa di Kecamatan Muara Satu.
Pasalnya, persoalan tenaga kerja lokal selama ini menjadi salah satu isu sensitif dalam hubungan antara perusahaan yang beroperasi di suatu wilayah dengan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, forum semacam ini idealnya tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi menghasilkan langkah konkret, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menariknya, keterangan mengenai bentuk kegiatan juga menjadi sorotan.
Sekretaris Camat (Sekcam) Muara Satu, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, menyebut kegiatan tersebut hanya sebatas makan dan minum bersama.
“Cuma ngopi dan makan siang bareng aja,” demikian keterangan Sekcam Muara Satu melalui pesan WhatsApp.
Pernyataan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan mengenai posisi kegiatan tersebut apakah merupakan forum koordinasi resmi yang membahas aspirasi masyarakat dan kepentingan tenaga kerja lokal, atau sebatas kegiatan silaturahmi informal antara sejumlah pihak.
Sementara itu, Camat Muara Satu Mustazir Ramli, S.IP., M.Si., yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp terkait substansi dan hasil pertemuan tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.
Di sisi lain, PLN Nusantara Power UP Arun menyatakan komitmennya untuk terus membangun hubungan positif dengan masyarakat dan pemangku kepentingan melalui komunikasi, kolaborasi, dan sinergi berkelanjutan.
Publik kini menunggu apakah komitmen tersebut akan diterjemahkan dalam langkah konkret, terutama terkait serapan tenaga kerja masyarakat Muara Satu, transparansi kebutuhan tenaga kerja, serta mekanisme perekrutan yang dapat memberikan kesempatan yang adil bagi masyarakat sekitar.
Sebab, bagi masyarakat, yang dibutuhkan bukan sekadar forum silaturahmi dan makan bersama, melainkan kepastian bahwa keberadaan perusahaan juga memberikan manfaat nyata bagi warga di sekitar wilayah operasionalnya.(A1)