RADARACEH.COM | PIDIE JAYA – Peringatan Hari Lahir Baginda Rasulullah Muhammad SAW 1448 Hijriah di Gampong Pulo, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, tahun ini berlangsung dengan sangat khidmat, meriah, dan penuh nilai keteladanan. Acara yang mengusung semangat kebersamaan ini tidak hanya menjadi simbol tradisi keagamaan, tetapi juga momentum edukasi karakter dan pemersatu seluruh lapisan masyarakat.
Sinergi kuat jajaran pemerintahan Gampong Pulo di bawah kepemimpinan Bapak Husni selaku Keuchik Gampong, didampingi Abi Fakhrurrazi sebagai Tengku Imum Gampong, dan Dahnial selaku Sekretaris Gampong, berhasil membangun iklim tata kelola kegiatan yang transparan, akuntabel, serta menginspirasi warga.
Edukasi Karakter dan Antusiasme Antar-Generasi
Sejak pagi hari, suasana kekeluargaan sudah menyelimuti lokasi acara. Antusiasme terpancar jelas dari seluruh elemen warga—mulai dari kalangan tua yang penuh kearifan membimbing, kaum muda yang tangkas mengorganisir, hingga anak-anak yang tampil antusias memandungkan sholawat dan zikir.
Keuchik Gampong Pulo, Bapak Husni, mengungkapkan bahwa keterlibatan anak-anak dan pemuda dalam peringatan ini merupakan langkah edukatif yang dirancang untuk menanamkan rasa cinta (mahabbah) kepada Nabi Muhammad SAW sejak dini.
"Peringatan Maulid bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan media pembentukan akhlak dan wahana mentransfer nilai-nilai kepemimpinan serta keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi penerus. Ketika anak-anak dan pemuda ikut terlibat aktif, kita sedang membangun pondasi moral yang kokoh bagi masa depan Gampong Pulo," ujar Keuchik Husni.
Ukhuwah Islamiyah: Sambut 13 Gampong dan Muspika Bandar Dua
Untuk mempererat tali ukhuwah islamiyah dan silaturahmi antarwilayah, Panitia Pelaksana mengundang tokoh dan masyarakat dari 13 Gampong se-Kecamatan Bandar Dua, serta jajaran Muspika, termasuk unsur dari Koramil dan Kapolsek Bandar Dua. Kehadiran para tamu undangan disambut hangat dengan tradisi kebudayaan dan keagamaan Aceh yang kental.
Sebagai bentuk kepedulian dan pemuliaan tamu, masyarakat Gampong Pulo menyajikan 83 Tabak Kenduri yang dikemas rapi dan sarat nilai estetika Islami. Sajian hidangan kenduri maulid ini dihidangkan secara bersama-sama dalam tradisi makan berhidang, melambangkan kebersamaan, kesetaraan, dan rasa syukur atas nikmat persatuan.
Transparansi Keuangan dan Kepedulian Sosial yang Nyata
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dan apresiasi publik pada peringatan Maulid tahun ini adalah keterbukaan (transparansi) dalam pengelolaan sumbangan swadaya masyarakat. Di bawah arahan Ketua Panitia Maulid, Tgk Subhan, panitia secara terbuka menyampaikan laporan penerimaan dana kepada seluruh warga sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan administratif.
Adapun rincian dana yang terkumpul secara swadaya adalah sebagai berikut:
1. Sumbangan Perayaan Maulid Nabi SAW: Terkumpul sebesar Rp21.621.000,- (dua puluh satu juta enam ratus dua puluh satu ribu rupiah).
2. Sumbangan Khusus Santunan Anak Yatim: Terkumpul sebesar Rp10.400.000,- (sepuluh juta empat ratus ribu rupiah).
Dari dana santunan yang terkumpul, panitia menyalurkan bantuan penuh kasih sayang kepada 13 anak yatim piatu di Gampong Pulo. Masing-masing anak menerima santunan berupa uang tunai beserta paket bingkisan perlengkapan ibadah berupa kain sarung.
Tengku Imum Gampong, Abi Fakhrurrazi, menegaskan bahwa menyantuni anak yatim adalah amanah ajaran Rasulullah SAW yang harus dipegang teguh. "Keberkahan suatu kampung sangat bergantung pada sejauh mana kita memuliakan anak-anak yatim. Dana yang terkumpul murni dari ketulusan warga ini adalah wujud empati dan solidaritas sosial yang harus terus kita rawat," tuturnya.
Motivasi Bagi Gampong Teladan
Ketua Panitia, Tgk Subhan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga, panitia, serta para donatur yang telah menginfakkan harta, tenaga, dan pikirannya demi kelancaran perhelatan mulia ini.
Langkah transparan dan kepemimpinan yang kohesif dari Keuchik Husni, Abi Fakhrurrazi, serta Sekretaris Dahnial menjadikan Gampong Pulo sebagai percontohan gampong yang tidak hanya sukses dalam perayaan keagamaan, tetapi juga unggul dalam hal kepedulian sosial, transparansi publik, dan pembinaan generasi muda.
Semangat gotong royong dan kecintaan kepada Rasulullah SAW ini diharapkan terus menyala, menjadi pijakan utama dalam membangun Gampong Pulo yang religius, harmonis, sejahtera, dan bermartabat. (Gg)
Liputan Redaksi Radar Aceh.com