ACEH UTARA – Di tengah hiruk-pikuk tugas penegakan hukum, Polsek Baktiya memilih jalan lain untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Melalui program rutin "Jumat Berkah" yang kini telah memasuki edisi ke-458, jajaran kepolisian setempat bersinergi dengan Komunitas Baktiya Bersaudara menyalurkan bantuan sembako langsung ke tangan warga lanjut usia (lansia) prasejahtera, Jumat (9/10/2026).
Aksi sosial yang berlangsung singkat namun padat makna ini, dari pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, menyasar dua penerima manfaat di Kecamatan Baktiya. Aipda Isda Qurbaini dari Unit Sium Polsek Baktiya turun langsung bersama para relawan, mengunjungi kediaman Hasbi (70) di Gampong Matang Kareung dan Hasbi Ismail (80) di Gampong Matang Lawang.
Kedua penerima bantuan merupakan petani lansia yang tercatat dalam kategori fakir miskin. Bagi mereka, bantuan berupa kebutuhan pokok ini bukan sekadar materi, melainkan bentuk pengakuan dan dukungan moral dari lingkungan sekitar di masa tua mereka.
"Kepedulian sosial tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan dengan tindakan nyata," demikian semangat yang diusung dalam kegiatan kali ini. Kehadiran personel polisi dan relawan di tengah-tengah warga dimaksudkan untuk memastikan bahwa kelompok rentan, khususnya lansia yang menggantungkan hidup pada hasil pertanian, tidak merasa terpinggirkan.
Kolaborasi antara institusi kepolisian dan komunitas sipil seperti Komunitas Baktiya Bersaudara dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ikatan emosional antara Polri dan masyarakat. Sinergi ini membangun narasi bahwa keamanan tidak hanya soal ketertiban umum, tetapi juga tentang rasa aman secara sosial dan ekonomi bagi warga paling membutuhkan.
Kegiatan berjalan dengan kondusif, tertib, dan penuh kehangatan. Program Jumat Berkah ke-458 ini kembali menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci dalam gerakan kemanusiaan. Lebih dari sekadar pembagian paket sembako, inisiatif ini hadir untuk merawat empati dan menanamkan harapan bahwa di tengah keterbatasan, solidaritas sosial tetap menjadi jaring pengaman yang kuat bagi masyarakat Aceh Utara.(Fr)