LHOKSEUMAWE – Tumpukan material proyek pembangunan saluran air di Jalan Merdeka Timur, Kota Lhokseumawe, berserakan hingga memakan sebagian badan jalan. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat pengguna jalan lantaran mempersempit ruang melintas dan memicu potensi kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (9/10), tumpukan material berupa tanah galian, batu, hingga kerikil tampak meluber ke jalur kendaraan. Minimnya rambu peringatan serta tidak adanya penerangan tambahan pada malam hari kian meningkatkan risiko bahaya, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Salah satu warga setempat, Aldoq (34), mengaku khawatir saat melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, posisi material yang memakan bahu jalan sangat membahayakan keselamatan pengendara, terutama ketika arus lalu lintas padat atau saat diguyur hujan.
"Kalau malam jalannya agak gelap, tumpukan batunya mendadak kelihatan pas kita sudah dekat. Apalagi kalau hujan, jalanan jadi makin licin karena tanah galian terbawa air ke tengah jalan," ujar Rian saat ditemui di lokasi.
Masyarakat mendesak pihak kontraktor pelaksana maupun dinas terkait untuk segera menertibkan sisa material galian tersebut. Pemasangan barikade keselamatan, garis pembatas, serta lampu penerangan atau rambu peringatan yang jelas dinilai krusial guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal di lokasi proyek.(A1)