Solusi Dua Negara Hanya Ilusi


author photo

8 Okt 2026 - 12.05 WIB



Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengklaim bahwa seluruh tiga wilayah administratif di Tepi Barat adalah “milik Israel.” Pernyataan tersebut bertentangan dengan pengaturan yang ditetapkan dalam Kesepakatan Oslo antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Berdasarkan Kesepakatan Oslo II 1995, Tepi Barat dibagi menjadi Area A, B, dan C. Area A berada di bawah kendali penuh Palestina, sedangkan Area B berada di bawah kendali sipil Palestina dan kendali keamanan Israel . Area C, yang mencakup 60 persen wilayah Tepi Barat, berada di bawah kendali penuh Israel."Tidak ada perbedaan antara Area A, B, dan C. Seluruh tanah itu milik kami. Ini adalah negara kami," kata Ben-Gvir kepada stasiun televisi sayap kanan Israel Channel 14 .

Ben-Gvir juga mengancam akan membubarkan Otoritas Palestina serta mendorong transmisi warga Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza jika dirinya menjadi menteri pertahanan.Ia mengklaim 60 persen warga Palestina ingin “beremigrasi,” meskipun terdapat laporan yang bertentangan dengan klaim tersebut.Ben-Gvir belakangan meningkatkan ancamannya terhadap warga Palestina di tengah persaingan yang semakin ketat antarpartai Israel. Ia juga beberapa kali mengunjungi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan melakukan ritual Talmud di Tembok Barat.

Keinginan zionis Israel yang sebenarnya adalah menguasai seluruh wilayah Palestina termasuk Tepi Barat dan Gaza demi mewujudkan Israel Raya. Genosida, penghancuran Gaza, perampasan pemukiman Palestina di Tepi Barat, pembakaran puluhan masjid di Tepi Barat, pendudukan komplek Al Aqsha adalah kejahatan besar zionis Israel kepada Islam dan umat Islam. 
Solusi dua negara yang digembar-gemborkan AS, negara Sekutu dan para penguasa negeri muslim hanyalah kebohongan dan ilusi. Umat Islam dan masyarakat internasional harus yakin bahwa zionis Israel benar2 akan merampas seluruh wilayah Palestina dan menyempurnakan genosida dan pengusiran. 

Kejahatan zionis Israel tidak bisa ditolerir, tidak akan selesai dengan solusi dua negara atau jalur diplomasi, bahkan wajib diperangi dengan menerapkan syariat jihad fii sabilillah. Pemimpin negara Arab patuh bertemu dengan Netanyahu, ini menunjukkan pengkhianatan besar terhadap perjuangan Palestina. Jihad melawan zionis Israel hanya bisa sempurna jika ada persatuan umat Islam dan Jihad dengan komando Khalifah.
Bagikan:
KOMENTAR