Ketika Hutan Terbakar, Kesehatan dan Ekonomi Rakyat Terancam


author photo

6 Nov 2026 - 16.53 WIB




Setiap tahun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seolah menjadi persoalan yang tak kunjung usai. Yang terkena dampaknya bukan hanya hilangnya kawasan hutan dan rusaknya lingkungan, melainkan kehidupan masyarakatpun terganggu, terutama dari sisi kesehatan dan ekonomi.

Asap kebakaran menghasilkan partikel halus PM2,5 yang dapat terbawa angin dan menyebar hingga ke berbagai wilayah, ini mengakibatkan masyarakat yang tinggal jauh dari lokasi kebakaran sekalipun tetap berisiko terpapar polusi udara, bahkan tahun ini ke negara tetangga pun merasakan dampaknya. 

Berdasarkan data yang disebutkan, kematian akibat polusi udara di Indonesia meningkat 42% menjadi 5.310 jiwa pada September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.560 kematian dikaitkan dengan polusi akibat karhutla.Fakta tersebut memperlihatkan bahwa karhutla bukan hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan, karhutla juga memengaruhi kondisi perekonomian masyarakat. Asap dan kebakaran yang meluas dapat menghambat aktivitas warga, termasuk dalam mencari nafkah. Sebagian masyarakat terpaksa mengurangi aktivitas pekerjaan sehingga pendapatan keluarga ikut terdampak. Sementara itu, kebutuhan hidup sehari-hari terus berjalan dan harus tetap terpenuhi. Situasi ini tentu semakin menambah beban ekonomi rumah tangga.

Dalam Islam, negara bertanggung jawab penuh terhadap rakyatnya menjadi pengurus dan pelindung. Pengelolaan hutan dan sumber daya alam harus dikembalikan sebagai kepemilikan umum yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat, bukan diserahkan kepada pihak swasta maupun asing yang hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan tersebut.

Negara juga wajib mencegah kerusakan lingkungan melalui pengawasan dan pengelolaan yang sesuai dengan syariat Islam.
Ketika karhutla terjadi, negara harus hadir memberikan penanganan cepat, mulai dari pemadaman, layanan kesehatan bagi korban, hingga bantuan ekonomi bagi masyarakat terdampak. Semua ini membutuhkan penerapan Islam secara menyeluruh agar negara mampu menjalankan tanggung jawabnya dalam melindungi rakyat dan menjaga kelestarian alam

Nuri, Bogor
Bagikan:
KOMENTAR