BANDA ACEH — Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK), Salwa Keisha dan Emirsyal Ilyas, meraih Juara II kategori Poster Competition dalam ajang 8th International USK Scientific Dental Competition (USCDC) 2026, Rab (5 Nov /2026).
Keduanya mengusung poster edukasi bertajuk “Gusi Berdarah, Tubuh Kena Getah!” yang menyoroti keterkaitan kesehatan gusi dengan kondisi tubuh, terutama pengendalian gula darah dan risiko penyakit sistemik.
Melalui poster tersebut, tim mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap gusi berdarah sebagai keluhan sepele. Peradangan jaringan penyangga gigi atau periodontitis dapat berkaitan dengan gangguan pengendalian gula darah. Sebaliknya, kadar gula darah tinggi juga dapat memperburuk kesehatan jaringan gusi.
Inovasi utama mereka adalah SENYUM Sync, konsep purwarupa aplikasi digital yang dirancang untuk membantu pengguna mencatat keluhan gusi, memantau kebiasaan perawatan mulut, serta merekam informasi gula darah. Aplikasi ini juga menyediakan ringkasan informasi kesehatan untuk mendukung konsultasi dengan tenaga medis, bukan sebagai alat diagnosis.
Nama SENYUM sekaligus merangkum enam langkah preventif, mulai dari menyikat gigi secara teratur, mengevaluasi kondisi gusi, memantau gula darah, melakukan pemeriksaan gigi berkala, menerapkan gaya hidup sehat, hingga berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan.
Dalam kompetisi yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Gigi USK tersebut, karya mereka bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan negara. Penilaian mencakup kualitas poster, penguasaan materi, kemampuan presentasi, serta ketepatan menjawab pertanyaan juri.
Prestasi ini diraih di bawah bimbingan dr. Teuku Romi Imansyah Putra, M.K.T., dengan dukungan Wakil Dekan III FK USK, Dr. dr. Nur Wahyuniati, M.Imun.
Melalui SENYUM Sync, Salwa dan Emirsyal berupaya menjembatani edukasi kesehatan dengan teknologi digital. Pesan utama yang mereka bawa sederhana: kesehatan gigi dan mulut tidak terpisah dari kesehatan tubuh, sehingga gejala yang berulang perlu diperhatikan dan diperiksa oleh tenaga kesehatan.(**)