Oleh: Siti Nur Ainun Ajijah (Pemerhati Masalah Umat)
Di bulan Januari kemarin Warga Perumahan Jakarta Hills Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang digemparkan dengan penemuan seorang pria berinisial A tewas gantung diri di rumahnya, Senin (20/1/2025). Sebelum kejadian tragis ini, korban diketahui terlibat pertengkaran dengan keluarganya.
Haji Rian, Ketua Lingkungan Cluster Hindia, menyebut korban baru tinggal di kawasan tersebut sekitar sebulan terakhir. “Sebelum kejadian, kami sering mendengar korban bertengkar dengan istrinya. Bahkan, istrinya sempat pulang kampung,” ungkap Haji Rian.
Kejanggalan mulai terasa saat saudara korban datang untuk mengantarkan kulkas beberapa hari sebelum penemuan mayat. “Pintu rumah diketuk berkali-kali, tapi tidak ada jawaban. Kami mengira korban sedang bekerja di luar kota,” ujar Haji Rian. Kecurigaan semakin bertambah ketika Haji Rian mencium bau tidak sedap yang berasal dari rumah korban. “Saya sempat mengira baunya dari bangkai hewan, tapi ternyata dari dalam rumah,” tambahnya. https://radarsamarinda.com/pria-di-samarinda-tewas-gantung-diri-diduga-usai-cekcok-dengan-keluarga/
Belum berselang lama percobaan bunuh diri kembali terjadi. Dilakukan oleh seorang wanita yang tertangkap basah berada di pinggir jembatan Sungai Mahakam saat hendak melakukan percobaan loncat dari atas jembatan. Nasib baik masih berada pada wanita tersebut pasalnya ada warga masyarakat yang melihatnya dan dengan sigap segera menggagalkan percobaan bunuh diri tersebut. https://www.instagram.com/topik.borneo/reel/DFCVbulSzju/
Sungguh fenomena bunuh diri kini menjadi tren bukan hanya di Kaltim bahkan di seluruh wilayah negeri ini. Adapun dari banyaknya kasus percobaan bunuh diri ada yang dapat digagalkan tetapi banyak yang ketahuan setelah kejadian. Bak gunung es betapa rapuhnya mental masyarakat hari ini terlebih kaum remaja.
Setiap manusia selama masih hidup di dunia ini pasti ada saja masalah yang menimpa. Mulai dari masalah kecil hingga rumit bahkan masalah besar sekalipun. Namun jelas apapun permasalahannya tidak menjadi alasan pembenaran untuk manusia mengakhiri hidupnya terlebih dengan bunuh diri.
Banyak motif yang menyebabkan orang melakukan percobaan bunuh diri, seperti ada masalah dengan keluarga, tekanan hidup, ataupun masalah lainnya yang sepertinya belum mampu diselesaikan oleh pelaku tersebut. Ditambah lagi kepribadian yang tertutup tidak mampu menceritakan segala tekanan yang dialami ataupun bisa jadi tidak mendapatkan dukungan keluarga dan orang-orang sekitar.
Poinnya adalah semua persoalan bunuh diri ini adalah hasil dari kehidupan yang sekuler kapitalistik. Sekulerisme tidak menjadikan agama sebagai jalan hidup sehingga wajar jika hari ini akidah/ keimanan masyarakat menjadi lemah dan gampang rapuh.
Sedangkan kapitalisme memunculkan gaya hidup materlialistik memunculkan jurang yang dalam antara si kaya dan si miskin. Terjadang kesulitan ekonomi akibat tingginya harga kebutuhan juga memaksa seseorang untuk berhutang demi terpenuhinya kebutuhan hidupnya.
Kehidupan yang sekuler kapitalistik membentuk kepribadian yang lemah sehingga mudah rapuh ketika menghadapi konflik ataupun masalah. Berbagai kesulitan yang dihadapi tingginya tekanan dan di tambah dengan akidah yang lemah maka untuk keluar dari masalah bukannya mencari solusi yang terbaik tetapi kemudian mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya. Dalam hal ini tentu saja negara bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi dengan rakyatnya.
Sudah semestinya negara menutup setiap kemungkinan yang dapat menimbulkan bahaya bagi rakyatnya, menghilangkan segala kesulitan dan menjadikan aturan Sang Pencipta untuk diterapkan di seluruh aspek kehidupan. Tetapi negara saat ini justru menganut sekuler kapitalisme yang mengakibatkan negara berlepas tangan dari mengurus segala urusan rakyatnya, sehingga kesulitan-kesulitan yang dialami oleh rakyatnya semakin pelik dan semakin sulit diselesaikan
Berbeda dengan sistem Islam yang dalam Daulah Islamiyah negara bertanggung jawab penuh terhadap rakyatnya. Pemimpin dalam Islam akan menjaga rakyatnya mulai dari akidah hingga jiwanya. Memiliki mekanisme untuk membentuk kepribadian Islam yang kokoh bagi setiap warga negaranya karena negara bertindak sebagai Ra’in yang akan mengurusi seluruh kebutuhan rakyatnya tersebut.
Negara juga menjamin terpenuhinya seluruh kebutuhan hidup masyarakatnya mulai dari kebutuhan mendasar seperti sandang, pangan, dan papan serta kebutuhan pelengkap lainnya. Begitu juga terkait penjagaan negara terhadap rakyatnya terkait bunuh diri ini maka Daulah juga memiliki mekamisme agar bunuh diri ataupun percobaan bunuh diri tidak terjadi.
Pemimpin dalam Islam akan menutup segala kemungkinan terjadinya bunuh diri yaitu dengan beberapa Upaya, yang pertama jelas Allah mengharamkan bunuh diri secara tegas sebagaiman dalam Al-Qur,an.
وَلَا تَقۡتُلُوۡۤا اَنۡـفُسَكُمۡؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيۡمًا وَمَنۡ يَّفۡعَلۡ ذٰ لِكَ عُدۡوَانًا وَّظُلۡمًا فَسَوۡفَ نُصۡلِيۡهِ نَارًا ؕ وَكَانَ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيۡرًا
Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.Dan barang siapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah. (Q.S. An-Nisa 29-30)
Allah telah mengharamkan bunuh diri maka rakyat yang hidup di bawah naungan Daulah Islamiyah sangat menghindari dan takut akan berbuat sesuatu yang melanggar aturan Allah dan akan berusaha menjauhi segala yang dilarang oleh Allah termasuk perilaku bunuh diri.
Selanjutnya negara Islam juga akan menjamin terlaksananya fungsi keluarga sehingga terbentuk keluarga yang kokoh. Terbanyang keluarga yang dibentuk adalah keluarga bahagia dan sejahtera, sehingga ketika menemui persoalan-persoalan anggota keluarga akan saling terbuka dengan menceritakan permasalahannya dan mencari solusi apa yang tepat untuk persoalan yang sedang dihadapi. Sehingga keterbukaan didalam keluarga juga akan terbentuk.
Begitu juga negara akan memperkuat akidah rakyat melalui sistem pendidikannya sehingga ada korelasi antara keluarga dengan sekolah. Dengan demikian semakin mantablah kepribadian yang dimiliki oleh setiap warga negara Islam.
Ditambah lagi dalam negara Islam akan menghilangkan permasalahan-permasalahan ekonomi dnegan mekanisme pemenuhan kebutuhan oleh kepala keluarga yaitu dengan cara memperluas lapangan pekerjaan dan kemudahan memperoleh modal. Negara juga akan menutup celah untuk masyarakatnya bergaya hidup konsumtif, hedonis ataupun gaya hidup yang berlebihan.
Sungguh hanya Islam yang dapat sejahterakan umat dan satu-satunya solusi setiap permasalah umat termasuk fenomena bunuh diri. Selayaknya umat sadar dan kembali kepada kehidupan Islam yang penuh keberkahan dan kebahagian.
Wallahu a’lambishawab