BIREUEN – Ironis. Di jalur strategis nasional Banda Aceh–Medan, keberadaan SMAN 1 Pandrah justru nyaris tak terlihat. Semak belukar dan rumput liar yang menutupi area depan sekolah membuat papan nama hingga bangunan utama tertutup dari pandangan pengguna jalan lintas Sumatra.
Kondisi itu memicu keprihatinan pihak sekolah. Mereka kini meminta dukungan serius dari Kecamatan Pandrah dan Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk segera membersihkan lahan kosong di depan gerbang sekolah agar wajah pendidikan di Pandrah tidak tampak kumuh dan terabaikan.
“Gotong royong warga sudah siap. Kami hanya membutuhkan dukungan alat dan koordinasi dari pemerintah supaya sekolah ini terlihat rapi dan mudah dikenali dari jalan utama,” ujar pihak sekolah.
Bagi pihak sekolah, persoalan ini bukan sekadar urusan estetika. Lingkungan yang tertata dinilai penting untuk menciptakan rasa aman, nyaman, sekaligus membangun citra positif dunia pendidikan di kawasan Pandrah.
Apalagi, posisi sekolah berada tepat di pinggir Jalan Lintas Banda Aceh–Medan yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan. Namun ironisnya, banyak pengguna jalan tidak menyadari keberadaan sekolah negeri tersebut karena tertutup semak liar yang dibiarkan tumbuh tinggi.
Warga Gampong Pandrah pun menyatakan siap turun langsung membersihkan area tersebut melalui kerja bakti massal.
Mereka berharap pemerintah kecamatan dan kabupaten segera mengambil langkah nyata agar kegiatan gotong royong bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Ini sekolah kebanggaan masyarakat Pandrah. Kalau bersih dan terlihat dari jalan, tentu memberi kesan baik bagi orang luar,” kata salah seorang warga.
Sementara itu, Camat Pandrah, Juanda Abdullah, membenarkan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan menyurati pemerintah gampong terkait rencana kerja bakti bersama.
“Saya sudah menyurati geuchik dua hari lalu, namun belum ada kabar dari desa. Kita akan upayakan lagi agar segera dijadwalkan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Ia menambahkan, koordinasi dengan dinas terkait juga diperlukan agar proses pembersihan berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun sengketa lahan di kemudian hari.
Sebagai salah satu akses utama Aceh, Jalan Lintas Banda Aceh–Medan bukan hanya jalur ekonomi, tetapi juga etalase wajah daerah. Karena itu, masyarakat berharap keberadaan SMAN 1 Pandrah dapat tampil lebih terbuka, bersih, dan membanggakan di mata publik.(MA)