Dinas Pendidikan Kota Balikpapan membuka rekrutmen besar-besaran untuk tenaga pendidik kontrak dengan durasi satu tahun, gaji Rp 3.500.000 per bulan, serta fasilitas BPJS. Langkah ini merupakan upaya menjawab kekurangan tenaga guru di berbagai sekolah, khususnya tingkat dasar dan menengah. Banyak kalangan menanggapi bahwa rekrutmen dengan sistem kontrak jangka pendek dan upah minimum ini menunjukkan adanya krisis struktural dalam penyediaan tenaga pendidik. Padahal, guru adalah pilar utama dalam dunia pendidikan, dan kualitas generasi masa depan sangat tergantung pada kualitas dan kesejahteraan guru. Pendidikan tidak akan bisa berjalan jika tidak ada guru. Guru juga tidak akan maksimal menjalankan tugasnya mendidik dan mengajar jika kesejahteraannya belum terpenuhi.
Oleh karena itu Negara memiliki kewajiban menyediakan dan memprioritaskan tenaga pendidik, bukan sekadar menjadikannya beban administratif. Tidak selayaknya tanggung jawab pendidikan hanya dilempar ke daerah, tanpa dukungan nyata dari pusat. Menyiapkan generasi bangsa adalah tugas kolektif seluruh elemen negara, bukan sekadar proyek tahunan.
Dalam pandangan Islam, pendidikan adalah kebutuhan mendasar yang harus dijamin negara. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Kamu semua adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menyangkut pemimpin yang tidak menyiapkan pendidikan yang layak, serta tidak memenuhi hak para guru.
Dalam sejarah Islam, Khilafah Umar bin Khattab menetapkan gaji yang tetap bagi guru dari Baitul Mal ( kas negara). Para guru diangkat sebagai pegawai resmi negara, bukan buruh kontrak. Hal ini juga dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz, yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas negara, bahkan menggratiskan pendidikan dan menanggung kesejahteraan pendidik dan pengajar.
Sistem Islam menempatkan guru bukan sekedar pekerja, tetapi pilar pembangunan peradaban. Maka solusi jangka panjang tidak cukup dengan rekrutmen tahunan, tapi dengan sistem yang adil, kebijakan anggaran yang memprioritaskan pendidikan dan jaminan kesejahteraan pendidik secara permanen oleh negara.
Tanpa peran aktif negara, pendidikan akan menjadi ladang proyek, bukan ladang pembinaan generasi. Sudah saatnya kita mencontoh model pendidikan Islam yang berhasil mencetak generasi terbaik dunia, dengan guru sebagai tokoh utama yang dimuliakan dan disejahterakan.
Wallahu 'alam...