‎ ‎
‎ ‎

Mahasiswa KKN Kolaborasi dengan Perpustakaan Umum Lhokseumawe Salurkan Donasi Buku untuk Anak TK Korban Banjir


author photo

30 Jan 2026 - 23.52 WIB


Lhokseumawe, 30 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 Gampong Paloh Raya berkolaborasi dengan Perpustakaan Umum Kota Lhokseumawe menyalurkan donasi buku bagi anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) yang terdampak bencana banjir di Gampong Paloh Raya, Kecamatan Muara Batu.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari program kerja pojok baca yang bertujuan menumbuhkan minat baca sekaligus mendukung pemulihan psikososial anak pascabencana. Donasi yang disalurkan terdiri atas buku bacaan anak, buku bergambar edukatif, serta buku pengenalan huruf dan angka yang ramah bagi anak usia dini.

Kegiatan penyerahan donasi dijadwalkan berlangsung di Gampong Paloh Raya dengan sasaran utama anak-anak TK yang terdampak banjir. Program ini diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mendukung proses pemulihan mental anak.

Penanggung jawab program, Dinda Puspita Sari Hsb dari KKN Kelompok 19, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam berkontribusi terhadap pemulihan masyarakat pascabencana melalui pendekatan edukatif.

“Pasca bencana, anak-anak tidak hanya membutuhkan pemulihan fisik, tetapi juga dukungan psikologis. Melalui donasi buku ini, kami berharap dapat menumbuhkan kembali semangat belajar dan minat baca anak-anak TK di Gampong Paloh Raya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Umum Kota Lhokseumawe, Ridha Fahmi, S.STP., MSP, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Kelompok 19 dalam memperluas akses literasi bagi masyarakat di wilayah terdampak banjir.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi positif antara mahasiswa dan institusi perpustakaan. Donasi buku ini diharapkan tidak hanya mendukung literasi, tetapi juga menjadi media pemulihan trauma bagi anak-anak,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 19 berharap kerja sama dengan Perpustakaan Umum Kota Lhokseumawe dapat terus berlanjut dan memberikan dampak berkelanjutan dalam membangun budaya literasi di desa, khususnya bagi generasi usia dini.(**)
Bagikan:
KOMENTAR