Penulis : Lia Susanti
Warga Jalan Gerilya, Gang Mandiri, Kota Samarinda beberapa waktu lalu geger dengan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki. Bayi tersebut berada dalam parit permukiman warga. Warga pun bergegas menyelamatkan bayi malang itu.
Dalam video yang viral terlihat sang bayi dalam keadaan kotor karena berada dalam parit. Wajahnya pun terlihat merah karena kontaminasi pasir parit dan semut. Kemudian warga sekitar membersihkan wajah dan badan bayi menggunakan air hangat. Bayi tersebut baru lahir karena tali pusarnya masih menempel.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksaruddin Adam membenarkan penemuan bayi terjadi di RT 110 pada Kamis (8/1/2026) pagi. Jajarannya pun bergegas ke lokasi penemuan. Petugas segera melakukan penyelidikan, bahkan telah menemukan orang tua dari bayi tersebut yang ternyata sempat menggendong bayi sewaktu di TKP.
Maraknya kasus pembuangan bayi atau sama halnya fakta aborsi harusnya menjadi PR besar bagi negara. Pasalnya ini adalah perbuatan tidak manusiawi, terkategori kejahatan dan pastinya dosa. Banyaknya klinik ilegal yang bahkan menyediakan layanan aborsi tersebut.
Adanya aborsi atau pembuangan bayi akibat dari kenalan anak remaja. Hal ini tak lepas dari maraknya pergaulan bebas di lingkungan masyarakat sekuler liberal. Sistem di mana saat ini anak-anak remaja tidak mengenal halal haram, mereka dijauhkan bahkan dipisahkan dari agama plus bebas bertingkah laku.
Harusnya yang menjadi standar perbuatan itu adalah syariat Islam. Banyak kita melihat di lingkungan sekitar atau bisa jadi keluarga kita anak-anak remaja dibiarkan berpacaran/ bergaul bebas dengan lawan jenis. Sampai-sampai orang tua mereka sepertinya bangga dengan aktivitas anaknya. Itu dari sisi anak remaja.
Mirisnya dari dari kalangan orang dewasa bisa terlibat dalam kasus maraknya perselingkuhan, mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu tidak adanya support sistem dalam negara. Kontribusi pendidikan dalam sistem sekuler telah gagal mencetak generasi yang berakhlak mulia karena tidak menjadikan akidah sebagai pondasi kurikulum.
Rusaknya sistem sekarang membuat para remaja semakin jauh dari agama mereka. Selanjutnya sistem ekonomi yang memiskinkan masyarakat membuat mental mereka rapuh. Apalagi sistem sanksi/hukumnya yang begitu lemah membuat semakin menyuburkan para pelaku aborsi dan seks bebas/zina. Lemahnya sanksi hukum di negeri ini adalah apabila zina tidak ada unsur paksaan atau aduan perselingkuhan dari pasangannya masing-masing.
Sebenarnya faktor besar yang menyebabkan kasus aborsi semakin meningkatkan yaitu tiga pilar utama. Pertama, tidak adanya peran negara yang menjadi kunci utamanya. Kedua, faktor ketakwaan individu dan ketiga kontrol masyarakat yang kurang atau bahkan tidak ada. Seperti tokoh agama/ulama sekitar yang tidak mendakwahkan dan sepaket dengan problem berkenan dengan penemuan mayat bayi yang harusnya segera diurus pemakamannya karna hukumnya fardhu kifayah.
Permasalahan ini hanya bisa diatasi dengan sistem Islam di mana peran tokoh agama dan masyarakat sama-sama mengontrol, tidak seperti saat ini sendiri-sendiri. Dakwah dengan membina masyarakat taat kepada syariat Islam secara individu dan dakwah politis yang mencetak generasi yang jauh dari perzinaan atau praktis gaul bebas.
Masyarakat akan dibina dengan mengubah pola sikap dan pola pikirannya sesuai dengan Islam. Dengan pertama mengokohkan akidah Islamnya kemudian memahamkan syariat Islam. Semua itu bisa terlaksana dengan adanya peran negara. Negaranya yang akan mengupayakan adanya edukasi dan pendidikan Islam. Negara juga yang akan menerapkan sanksi tegas kepada para pelakunya.
Dalam Islam anak adalah suatu amanah yang harus dijaga. Tentu dengan adanya anugerah mendapatnya anak/buah hati mendapatkannya dengan jalur yang benar. Yaitu dengan cara menikah yang sudah diatur di dalam syariat.
Pergaulannya atau interaksi masyarakat akan diatur oleh sistem Islam, di mana tidak bolehnya ada campur baur antara laki-laki dan perempuan. Kemudian tidak adanya kegiatan berdua-duaan dengan lawan jenis.
Semua itu hanya bisa diterapkan dengan adanya sistem Islam. Permasalahan yang saat ini terjadi solusinya hanya satu dengan berdirinya sistem Islam. Tentu dengan diadakannya MT/majelis taklim yang terdepan menyuarakan Islam di tengah-tengah masyarakat. Tidak lupa dakwah mengembalikan peran generasi untuk berjuang menegakan Islam kaffah dalam naungan negara Islam.
Allahu a'lam bishawab.