Tahun 2026: Disrupsi Perekrutan Tenaga Kerja Karena AI?


author photo

10 Jan 2026 - 14.57 WIB


Oleh : Herliana Tri M

Mencari kerja semakin sulit di tahun 2026. Perusahaan menahan merekrut karyawan baru.  CNBC Indonesia
(06 Januari 2026).
Disinyalir dampak pengembangan Artificial Intelligence (AI) bukan hanya tentang banyaknya PHK, .namun juga perekrutan tenaga kerja baru yang melambat.
Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengungkapkan AI menjadikan perusahaan besar memperlambat perekrutan karyawan baru. Kondisi tingkat perekrutan dan PHK yang rendah diperkirakan bakal terus berlanjut di pasar tenaga kerja. Hal ini berpotensi membuat pengangguran semakin sulit mendapat pekerjaan baru.

Kendati demikian, dampak perlambatan perekrutan karyawan baru dikatakan tidak terlalu terlihat pada perusahaan kecil. AI benar-benar berdampak pada perusahaan besar.

Penggunaan AI dimulai sejak ChatGPT milik Open AI pada 2022 langsung booming sesaat setelah diluncurkan. Banyak perusahaan yang mengadopsi teknologi itu untuk operasional dan karyawannya.

Namun ini juga menimbulkan banyak kekhwatiran sejalan dengan pengembangan AI yang masif. Dari tenaga kerja yang terancam, penggunaan untuk produktivitas hingga investasi yang keliru untuk teknologi tersebut.

Namun Kashkari mengatakan sejumlah bisnis mulai melihat keuntungan dari investasi yang mereka kucurkan. Bahkan ini diakui oleh perusahana yang awalnya skeptis terhadap AI.

Mensikapi Teknologi

Teknologi akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Tak dapat ditahan dan ditolak perkembangan teknologi yang terus melesat. Sehingga kesiapan manusia sebagai pemegang kendali teknologi yang harus mendapat perhatian khusus. 

Misalnya saja saat dahulu ibu rumah tangga menjadikan kayu bakar sebagai alat untuk memasak, sehingga tenaga kerja manusia banyak berkecimpung di seputar penebangan kayu serta menjual kayu bakar ke tengah- tengah masyarakat. Pada saat teknologi berkembang dengan adanya kompor minyak tanah, maka perlahan-lahan keberadaan kayu bakar mulai beralih pada pemanfaatan minyak tanah dan seterusnya. Teknologi terus berkembang dan manusia terus beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan setiap perubahan yang terjadi. Andai manusia tak mau beradaptasi, maka yang terjadi adalah ketidaksiapan dan kesulitan dalam mencari nafkah.

Masa sekarang juga berulang. Teknologi baru berkembang pesat. Keberadaan AI berpengaruh besar pada pemanfaatan berbagai produk dan lambat laun mampu menggantikan beberapa tugas manusia. Misalnya saja dengan berkembangnya mobil swakemudi atau mobil otonom yang mulai berkembang. Mobil autopilot ini pada waktunya akan menggeser tenaga- tenaga profesional yang saat ini masih aktif di jalan mengemudikan kendaraan yang ada. 

Oleh karena itu, manusia harus berproses menjadi pengendali teknologi, memimpin perubahan ke depan sehingga keberadaan teknologi tetap ada dalam kendali manusia- manusia hebat dan mengarahkan teknologi agar berkembang sesuai koridor syariah, bukan berkembang bebas tanpa kendali yang justru membawa kerusakan untuk manusia itu sendiri.

AI untuk Kemajuan 

Sebagai bagjan dari teknologi, perkembangan zaman, keberadaan AI haruslah dianggap sebagai teknologi untuk memudahkan manusia, bukan sebaliknya, memunculkan kecemasan baru yakni memperparah pengangguran yang ada karena banyak tugas manusia yang tergantjkan oleh AI. Disinilah pentingnya negara hadir menata ekonomi, menata pendidikan serta sistem- sistem lainnya yang sesuai syariah agar membawa manfaat dan keberkahan hidup manusia.

Kesiapan SDM menghadapi kemajuan zaman tak dapat ditawar-tawar lagi. Kebutuhan akan kesiapan SDM berkwalitas pengendali teknologi termasuk mengendalikan AI butuh peran negara. Negara memiliki tanggungjawab besar mengelola dan menata semua sistem yang ada agar sesuai syariah Nya. Tak dapat dimungkiri bahwa butuhnya kesiapan SDM 
memerlukan pendidikan yang layak untuk memenuhi kebutuhan zaman. Negara dalam Islam memiliki tugas besar agar pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Disinilah pentingnya negara menatanya dan mengaturnya agar pendidikan bisa dirasakan seluruh masyarakat tanpa mengenal perbedaan strata sosial. Seluruh warga negara memiliki hak yang sama merasakan pendidikan di semua jenjang pendidikan sesuai dengan level kemampuannya. Negara akan menyiapkan pendidikan gratis bagi seluruh warga negara dengan menggunakan anggaran negara yang tersedia termasuk hasil mengola kekayaan alam yang berlimpah.

Kesiapan warga negara dengan pendidikan yang mumpuni menjadikan teknologi seperti AI dapat dikontrol dan dalam kendali manusia. Tentu bagi negara besar, keberadaan AI memudahkan kinerja manusia tanpa perlu takut tergantikannya tenaga manusia dan menambah jumlah pengangguran

Instrumen Negara Hadir Mengatasi pengangguran

Instrumen-instrumen 
Negara dalam sistem ekonomi Islam bukanlah aktor pasif atau sekadar regulator seperti dalam sistem kapitalisme. Islam menjadikan negara bertanggung jawab penuh untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pokok setiap individu baik pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Hal ini ditegaskan oleh Al-Maliki dalam bukunya Politik Ekonomi Islam (2001). Beliau menyebut bahwa negara Islam wajib mengelola sumber daya publik demi kesejahteraan rakyat dan mencegah pemusatan kekayaan di tangan segelintir individu atau korporasi.
Sistem ekonomi Islam menjadikan negara memegang peran sentral untuk mengatur dan melaksanakan kebijakan ekonomi yang bertujuan menciptakan kesejahteraan merata bagi seluruh rakyat. Al-Maliki (2001) menyatakan bahwa negara tidak hanya bertindak sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator aktif dalam pembangunan sektor-sektor strategis seperti pertanian, perdagangan dan industri. Keterlibatan negara dalam sektor-sektor ini menjadi sangat penting, karena negara berpotensi menciptakan lapangan kerja, mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi yang selama ini menjadi ciri khas sistem kapitalisme.

Prinsip-prinsip syariah mencakup keadilan dalam distribusi hasil produksi, penguatan sektor riil serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Dengan demikian, pengembangan industri bukan hanya tentang pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga soal memastikan keberlanjutan dan pemerataan ekonomi. 

Peran aktif negara menjadikan setiap persoalan rakyat tertangani secara individual, bukan sekedar mayoritas atau segelintir orang saja. Negara sebagai penanggung jawab urusan rakyat akan memastikan bahwa semua individu rakyatnya mampu memperolah penghidupan layak dan sejahtera.
Bagikan:
KOMENTAR