Langkah Nyata Faisal Gahru Jemput Aspirasi, Bukan Sekadar Janji


author photo

15 Feb 2026 - 01.49 WIB


RADAR ACEH.id 

BANDAR DUA  –  Sebuah gebrakan awal yang segar menggawali tahun ke- 2 menggemban amanah rakyat,  ditunjukkan oleh Faisal S.Pd (Faisal Gahru). Sekretaris Komisi 1 Fraksi PKB DPRK Pidie Jaya ini memilih meninggalkan kursi empuk parlemen sejenak untuk turun langsung menghirup udara yang sama dengan konstituennya di Jangka Buya dan Bandar Dua.

Pertemuan tatap muka dengan menghadirkan Nara Sumber Imum Mukim  Ulee Gle Barat dan Mukim Ulee Gle Tunong serta ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang ) Partai PKB Pidie Jaya, dan ini dilakukan bukan sekadar seremoni formal, melainkan wujud transparansi dan tanggung jawab moral seorang wakil rakyat yang ogah berjarak dengan sang pemilik suara.

Inovasi Lewat Dialog Humanis dan Dalam suasana yang cair dan penuh kekeluargaan, Faisal Gahru tampak lebih banyak mendengar daripada berbicara. Baginya, menyerap aspirasi adalah seni memahami persoalan dari sudut pandang masyarakat paling bawah.

"Tugas saya di parlemen adalah menjadi pengeras suara bagi bapak dan ibu sekalian. Kehadiran saya di sini adalah untuk memastikan bahwa setiap keluhan tidak hanya sampai di telinga saya, tapi masuk dalam agenda perjuangan di DPRK," ujar Faisal Gahru di hadapan warga.

Fokus Pergerakan: Pro Rakyat & Transparan
Sebagai Sekretaris Komisi 1, Faisal menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang menyentuh rakyat. Beberapa poin utama yang diserap dalam pertemuan ini meliputi:

Akses Layanan Publik: 
Memastikan birokrasi tidak berbelit bagi warga desa.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal: 
Menampung ide-ide kreatif warga di Jangka Buya dan Bandar Dua.

Penguatan Hak Masyarakat: 
Mengawal agar kebijakan daerah tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil.

Langkah Awal yang Konsisten,
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa politik bisa tampil dengan wajah yang lebih "fresh" dan transparan. Faisal Husen menunjukkan bahwa dedikasi sebagai anggota DPRK bukan tentang jabatan, melainkan tentang pengabdian yang terukur.

Masyarakat mengapresiasi gaya komunikasi Faisal yang lugas dan tidak kaku, memberikan harapan baru bahwa aspirasi warga Jangka Buya dan Bandar Dua  hari ini benar-benar memiliki "Petarung" di kursi parlemen.(oeL)
Bagikan:
KOMENTAR