Nasib Perempuan Dan Anak-Anak Palestina


author photo

22 Feb 2026 - 22.57 WIB



Nuning Murniyati Ningsih
 
Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak. Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story", setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023 (www.cnnindonesia.com/14/2/2026). Sebuah investigasi mendalam yang dilakukan oleh media Al Jazeera Arabic mengungkap fakta mengerikan terkait agresi militer Israel di Jalur Gaza. Laporan tersebut menuding militer Zionis menggunakan senjata terlarang jenis termal (thermal weapons) dipasok oleh Amerika Serikat, yang menyebabkan ribuan jasad warga Palestina menguap tanpa sisa (www.metrotvnews.com/15/2/2026). Ribuan warga Palestina 'lenyap' diduga akibat senjata yang digunakan militer Israel di Jalur Gaza sejak perang berkecamuk pada Oktober 2023. Makna lenyap ini yakni warga Palestina korban pencaplokan militer Israel tidak dapat menemukan jenazahnya karena amunisi termal dan termobarik (news.detik.com/13/2/2026).
 
Puluhan jenazah ditemukan dibawah reruntuhan bangunan di pemukiman Gaza Utara sabtu pagi waktu setempat, proses evakuasi di lakukan tim pertahanan sipil Palestina dengan menggunakan alat berat di saksikan warga setempat. Petugas menyebutkan setidaknya ada 98 jenazah dari keluarga Saleh dan 12 jenazah dari keluarga berbeda yang tertimbun puing-puing bangunan. Puluhan jenazah yang tertimbun merupakan korban serangan udara Israel yang mengahantam rumah keluarga Saleh pada 12 Desember 2023 lalu, korban yang meninggal mayoritas perempuan dan anak-anak (kompastv/9/2/2026). Di tengah kesedihan dan ketakutan akibat bombardir yang terus menerus terjadi di Gaza, anak-anak di sana masih berusaha bahagia bermain bersama dengan sederhana. Meski di tengah ketakutan mereka masih bisa ceria bermain, diantara reruntuhan puing-puing bangunan. Sebagaimana anak-anak di belahan bumi lainnya. anak-anak Gaza juga berhak untuk bermain dan belajar (asarhumanity/16/2/2026). Warga Palestina di Gaza mengadakan upacara pemakaman pada Selasa (10/2) untuk korban tewas serangan udara Israel. Serangan udara Israel membunuh tiga warga Palestina di sebuah apartemen di Gaza pada Senin (9/2). Tercatat setidaknya 580 warga Palestina tewas di tangan Israel sejak gencatan senjata Israel-Hamas disepakati (cnnindonesia/16/2/2026).
 
Genosida yang di lakukan Entitas zionis yahudi kepada Gaza, Palestina telah memunculkan berbagai tuduhan serius, Senjata termobarik dikenal sebagai senjata berdaya ledak tinggi yang menghasilkan gelombang panas dan tekanan ekstrem, sehingga menimbulkan dampak luas dan sering kali mematikan di area padat penduduk. Isu ini perlu dianalisis secara kritis dengan berpegang pada prinsip keadilan (‘adl), kemanusiaan (insaniyyah), dan larangan melampaui batas (la ta‘tadu). Penggunaan senjata termobarik oleh entitas zionis yahudi menunjukkan kebiadaban modern dan tak ber perikemanusiaan.Serta semakin jelas bahwa yang dilakukan oleh Entitas zionis yahudi adalah genosida.
 
Genosida yang dilakukan Entitas zionis yahudi kepada Palestina khususnya di Gaza Palestina, telah menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar, termasuk perempuan dan anak-anak. Laporan berbagai lembaga kemanusiaan internasional berulang kali menyoroti dampak serangan militer terhadap kawasan padat penduduk. Di tengah kecaman global atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), muncul pertanyaan mendasar: mengapa kekerasan terhadap warga sipil terus terjadi, dan mengapa dunia tampak tidak mampu menghentikannya?
 
serangan yang menimbulkan korban sipil—terutama perempuan dan anak-anak—bertentangan dengan prinsip perlindungan jiwa, larangan melampaui batas, dan keharusan menegakkan keadilan. Keheningan atau ketidakmampuan dunia menghentikan penderitaan tersebut juga menghadirkan pertanyaan moral yang serius.
 
Islam menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa kebencian buta, dan pembelaan terhadap korban harus dilakukan dengan integritas moral. Dalam situasi konflik yang kompleks, suara nurani, komitmen terhadap nilai kemanusiaan, dan keteguhan pada prinsip keadilan menjadi fondasi utama sikap seorang Muslim.
 
Kejahatan Entitas zionis yahudi tak bisa ditolerir dan diberikan solusi damai. Kerusakan yang dilakukan melampaui batas dan harus dihentikan dengan jihad oleh tentara kaum muslimin. Karena hanya itu solusi tuntas untuk permaslahan ini yang sudah terlalu lama terjadi serta memakan banyak korban jiwa.
 
Memerangi Entitas zionis yahudi yang telah membantai kaum muslimin adalah wajib. Tidak boleh ada upaya untuk berdamai, mengalah, apalagi memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai negeri-negeri kaum muslimin. Dalam Islam, perlindungan terhadap jiwa manusia (hifz al-nafs) merupakan salah satu tujuan utama syariat (maqasid al-shariah). Al-Qur’an (QS. Al-Ma’idah: 32) menegaskan bahwa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar seakan-akan membunuh seluruh umat manusia. Prinsip ini tidak membedakan agama, etnis, atau kewarganegaraan korban.
 
Dalam konteks perang, Nabi Muhammad ﷺ secara tegas melarang pembunuhan terhadap perempuan, anak-anak, orang tua, dan non-kombatan. Banyak riwayat menunjukkan bahwa ketika ditemukan korban perempuan dalam suatu peperangan, beliau mengecam keras tindakan tersebut. Pesan serupa juga ditegaskan oleh Khalifah Abu Bakar ketika mengirim pasukan: jangan membunuh anak kecil, perempuan, atau orang yang tidak ikut berperang.
 
Hukum jihad harus dipahami dan diterapkan. Hal ini membutuhkan kesatuan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia. Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 190) memerintahkan: “Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas.” Konsep “melampaui batas” mencakup penggunaan kekuatan secara berlebihan, penghancuran yang tidak perlu, dan serangan tanpa pembedaan antara kombatan dan non-kombatan.
 
Jika gempuran militer menyasar atau secara sistematis berdampak pada kawasan sipil seperti rumah sakit, sekolah, dan permukiman padat, maka dari perspektif Islam hal itu termasuk tindakan yang melampaui batas (ta‘addi). Islam memandang bahwa bahkan dalam kondisi perang, nilai kemanusiaan tidak boleh ditanggalkan.
 
Tegaknya kepemimpinan Islam sangat dibutuhkan untuk menyatukan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia. Karena itu, perjuangan menegakkan sistem Islam dan kepemimpinan Islam sangat penting. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan (imamah atau khilafah dalam istilah klasik) dipahami sebagai amanah besar untuk menjaga agama dan mengatur urusan umat dengan keadilan. Tujuan utamanya bukan sekadar kekuasaan politik, melainkan menghadirkan kemaslahatan, menegakkan keadilan, melindungi yang lemah, dan mencegah kezaliman.
 
Sejarah mencatat bahwa setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, kepemimpinan dilanjutkan oleh para khalifah, seperti Abu Bakar, yang berusaha menjaga persatuan umat di tengah tantangan besar. Persatuan (wahdah) dalam Islam dipandang sebagai kekuatan moral dan sosial. Al-Qur’an memerintahkan umat untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah-belah (QS. Ali ‘Imran: 103). Wallahualam bishawab
Bagikan:
KOMENTAR