Demiliterisasi Gaza dan Agenda Barat


author photo

17 Apr 2026 - 12.28 WIB




Desakan Barat melalui Board of Peace (BoP) agar Hamas melucuti senjatanya sebagai syarat perdamaian Gaza kembali menimbulkan polemik. Hamas menolak keras langkah tersebut karena dianggap mengancam eksistensi dan perjuangan mereka. Penolakan ini bukan tanpa alasan: selama gencatan senjata berlangsung, serangan Zionis tetap berlanjut, menewaskan warga sipil termasuk anak-anak dan perempuan. Fakta ini menunjukkan bahwa “perdamaian” yang ditawarkan Barat hanyalah ilusi yang menutupi ketidakadilan struktural terhadap rakyat Gaza.

BoP yang mengklaim diri sebagai mediator perdamaian sejatinya bukan pihak netral. Di balik jargon diplomasi, terselip kepentingan kapitalisme global yang condong pada agenda Barat dan Zionis. Pelucutan senjata Hamas bukanlah langkah menuju perdamaian, melainkan strategi untuk menghentikan perlawanan rakyat Gaza yang selama ini bertahan dengan semangat jihad. Ketika senjata dilucuti, maka hilanglah kemampuan rakyat Gaza untuk mempertahankan diri dari agresi yang terus berulang.

Lebih jauh, demiliterisasi juga merupakan bentuk serangan pemikiran. Barat berusaha mengubah cara pandang umat Islam agar menganggap perlawanan sebagai ancaman dan penyerahan senjata sebagai jalan damai. Padahal, sejarah menunjukkan bahwa penjajahan tidak pernah berakhir dengan diplomasi, melainkan dengan kekuatan yang mampu mengusir penjajah dari tanah umat. Upaya ini jelas merupakan bagian dari proyek besar untuk menundukkan dunia Islam di bawah hegemoni politik dan militer Barat.

Dalam perspektif Islam, solusi bagi Gaza bukanlah meja perundingan, melainkan tegaknya Khilafah. Palestina adalah wilayah Islam yang wajib dibebaskan melalui kekuatan militer, bukan negosiasi yang sarat kepentingan. Khilafah akan menggerakkan seluruh kekuatan negeri-negeri Muslim untuk mengusir penjajah Zionis dari bumi Palestina. Khalifah sebagai raa’in dan junnah akan melindungi nyawa kaum Muslim dan memastikan keamanan serta kehormatan mereka terjaga.

Umat Islam harus disadarkan melalui dakwah ideologis tentang urgensi Khilafah dan kewajiban memperjuangkannya. Selama umat masih terpecah dan tunduk pada narasi Barat, penderitaan Gaza akan terus berulang. Demiliterisasi hanyalah upaya membungkam perlawanan, bukan menciptakan perdamaian. Hanya dengan persatuan di bawah Khilafah, umat Islam dapat mengakhiri penjajahan dan menegakkan keadilan sejati di bumi Palestina.
Bagikan:
KOMENTAR