Oleh : Ummi Hanip
Pada Sabtu, 28 Maret 2026 jutaan warga Amerika Serikat menggelar aksi unjuk rasa bertajuk "No Kings" di Amerika Serikat (AS). Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump serta perang Amerika-“Israel” terhadap Iran. Aksi ini tersebar lebih dari 3.200 titik diseluruh 50 negara bagian. Mulai dari Washington DC, New York City, Los Angeles hingga Chicago—dipenuhi lautan massa yang meneriakkan slogan anti-perang. Dampak dari konflik ini, utang AS membengkak dan diambang kebangkrutan. Bagaimana tidak? Utang nasional AS resmi menembus USS 39 triliun (Rp.661.440 triliun) pada Maret 2026. Akibatnya utang per penduduk AS mencapai Rp.1,93 miliar.
Sejumlah peserta aksi menilai kebijakan Trump telah memicu gelombang perlawanan luas. Ambisi Trump menguasai dunia dengan kebijakan militernya ternyata malah membuat AS bergelimang utang dan menuju kebangkrutan. Bahkan sikap AS yang sepenuhnya mendukung Israel untuk menguasai Palestina telah membuka mata dunia dan warga AS. Dengan memperlihatkan kejahatan Trump yang semakin menjadi-jadi, dan hagemoni kapitalisme AS begitu terlihat secara nyata, rakus dan brutal .
Kapitalisme sejatinya biang kerok dari semua kerusakan. AS dan hagemoni kapitalismenya dan politik demokrasi benar-benar telah merusak tatanan kehidupan. Umat muslim dan penguasa muslim tak luput jadi korban adu domba demi kepentingan AS. Untuk itu, sudah seharusnya umat faham dan sadar tentang politik Islam , aturan Islam dan kepemimpinan Islam. Sampai kapanpun , kehidupan ini akan semakin terjerumus dalam kehacuran jika aturan yang diterapkan adalah aturan yang rusak dan bukan berasal dari Allah SWT. Maka dari itu, kita harus bersama untuk menghadirkan kehidupan yang baik yaitu kehidupan yang diatur oleh aturan Allah, bukan yang lain. Karena sejatinya hanya aturan Allahlah yang bisa menjadikan rahmat bagi seluruh alam, dan kebangkitan Islam pun bisa segera datang. Bahkan negara superpower seperti AS pun takkan berkutik bila aturan Allah diterapkan serta Islam ditegakkan. Karena aturan Allah lah yang terbaik. Tak ada yang lain.
Wallahu alam bishawab