Program Asuransi Tani, Akankah Jadi Solusi Hakiki?


author photo

18 Apr 2026 - 08.00 WIB




Nurhayati, S.H.

Pemerintah Kabupaten Bulungan mewacanakan program Asuransi bagi petani padi sebagai bentuk perlindungan terhadap Risiko gagal panen akibat banjir maupun serangan hama. Menurut Kepala Dinas Pertanian Bulungan, Kristiyanto, melalui program Asuransi pertanian, petani yang mengalami gagal panen nantinya dapat memperoleh penggantian atau bantuan sebagai bentuk perlindungan dari pemerintah daerah. Meski demikian, Kristiyanto menegaskan bahwa program tersebut masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah daerah masih perlu melakukan berbagai persiapan sebelum kebijakan itu benar-benar diterapkan (korankaltara.com, 12/3/2026).

Asuransi adalah perjanjian perlindungan finansial antara nasabah (tertanggung) dan Perusahaan Asuransi (penanggung), nasabah membayar premi untuk mendapatkan ganti rugi atas Risiko tak terduga. Artinya jika wacana program asuransi disahkan, petani berkewajiban membayar premi bulanan sebagai jaminan perlindungan jika sawah dan ladangnya gagal panen. Benarkah asuransi menjadi solusi bagi petani dalam menghadapi risiko gagal panen? Ataukah ini adalah bentuk lepas tangan pemerintah dalam melindungi kesejahteraan petani?

Harusnya pemerintah hadir sebagai pelindung rakyat dengan memberikan berbagai fasilitas yang dapat memudahkan para petani, seperti adanya subsidi, mitigasi bencana alam, bantuan pasca gagal panen, dan program bantuan lainnya. Karena jika gagal panen diselesaikan dengan asuransi, sama saja menambah beban petani dengan kewajiban premi bulanan. Sudahlah petani dirugikan dengan gagal panen, ditambah lagi dengan adanya beban Asuransi. Ini belum termasuk tingginya biaya hidup sehari-hari.

Adapun jika dalihnya asuransi akan diberi subsidi oleh pemerintah, tetap saja program ini mengkhawatirkan masa depan petani. Sebab APBD pemerintah terbatas, tidak selamanya mampu menanggung subsidi asuransi. Sedangkan petani berharap pemerintah memberikan solusi yang mampu menghilangkan kekhawatiran dalam jangka panjang, bukan yang bersifat temporal. Jangan sampai program Asuransi yang mulanya adalah solusi, memunculkan masalah baru dikemudian hari. Padahal masalah asuransi tani muncul disejumlah daerah yang lebih dulu mengadopsi program ini, tapi Pemda Bulungan justru melakukan langkah yang sama.

Menyelesaikan persoalan risiko gagal panen dengan melibatkan perusahaan yang menaungi program asuransi tani sama saja dengan menggadai nasib petani dan menjadikan masalah gagal panen sebagai komoditi kepentingan. Ketidakmampuan pemerintah melindungi masa depan petani ditutupi dengan iuran petani yang sifatnya tambal sulam. Memiriskan sekali. Inilah akibat pemerintah yang menerapkan sistem kapitalisme-sekuler. Program rakyat yang tidak menguntungkan akan dikembalikan bebannya kepada rakyat itu sendiri.

Sebagai pandangan hidup dan seperangkat aturan kehidupan, islam memiliki solusi konkrit dalam mengantisipasi Risiko gagal panen dan menjamin kesejahteraan petani. Islam justru melarang program asuransi karena dapat membebani petani. Negara yang menerapkan hukum islam berkewajiban menjamin masa depan petani dengan berbagai subsidi yang mampu meringankan beban mereka.

Sistem ekonomi islam yang diterapkan oleh institusi khilafah (negara yang menerapkan hukum islam) memandang gagal panen adalah bencana yang memerlukan penanganan cepat dan terstruktur untuk menjamin kebutuhan pokok rakyat tetap terpenuhi. Sebelumnya, negara akan melakukan berbagai upaya pencegahan risiko petani mengalami kerugian gagal panen. Jika pun terjadi gagal panen, negara juga akan hadir membantu petani, memberi solusi tanpa melepas tanggung jawabnya sebagai pelindung rakyat.

Jaminan kesejahteraan bagi para petani akan menggunakan dana dari Baitul mal untuk memberikan bantuan langsung, modal usaha, benih, maupun sarana pertanian bagi petani yang terdampak agar dapat menanam kembali. Sehingga petani tidak kehilangan mata pencaharian dan tidak pusing memikirkan kerugian modal akibat dari kegagalan panen. Inilah yang akan dilakukan oleh pemerintahan yang bertakwa kepada Allah SWT. Ia hadir ditengah suka duka umat, menjadi pelindung sekaligus periayah umat. Umat ridho kepada kepemimpinannya, pemerintahannya diberkati oleh Allah SWT. Insyaallah. Wallahu’alam.
Bagikan:
KOMENTAR