Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) dengan ini menyampaikan kepada seluruh elemen gerakan mahasiswa dan rakyat bahwa telah terlaksana proses musyawarah wilayah yang menghasilkan keputusan penting bagi keberlanjutan organisasi. Dalam forum tersebut, Afrizal Zikri secara resmi terpilih sebagai Ketua Wilayah SMUR melalui mekanisme yang demokratis, partisipatif, dan penuh dinamika ideologis.
Terpilihnya Afrizal Zikri bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan menjadi momentum reflektif atas arah dan posisi organisasi di tengah situasi sosial-politik yang semakin kompleks. Dengan mengusung tema “Ke Mana Arah Organisasi Revolusioner?”, forum ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus kritik terhadap stagnasi gerakan yang kerap terjebak pada simbolisme tanpa praksis yang nyata.
Dalam forum, Afrizal Zikri menegaskan bahwa organisasi revolusioner tidak boleh kehilangan arah di tengah kooptasi kekuasaan dan kompromi elit. Ia menekankan bahwa SMUR harus kembali pada basis perjuangan: berpihak pada rakyat tertindas, memperkuat basis massa, serta membangun kesadaran kritis yang tidak tunduk pada kepentingan kekuasaan maupun oligarki.
“Arah organisasi revolusioner tidak boleh kabur. Ia harus jelas: melawan ketidakadilan, membongkar struktur penindasan, dan hadir bersama rakyat, bukan sekadar berbicara atas nama mereka,” tegasnya.
Dengan terpilihnya Afrizal Zikri, SMUR menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garis perjuangan rakyat. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan mengarahkan organisasi menuju gerakan yang lebih tajam, terorganisir, dan berpihak secara tegas.(**)