Lhokseumawe – Wali Kota Lhokseumawe, DR Sayuti Abubakar, SH, MH, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) pada tahun 2026. Hal ini disampaikan seiring dengan proses penginputan dan verifikasi data KLA 2026 yang saat ini sedang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Kamis (9/April 2026).
Menurut Wali Kota, KLA bukan hanya sekadar target administratif, tetapi merupakan upaya nyata dalam menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. “Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan Lhokseumawe sebagai kota yang benar-benar layak bagi anak, baik dari aspek perlindungan, pendidikan, kesehatan, hingga partisipasi anak,” ujarnya.
Saat ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama tim gugus tugas KLA tengah melakukan penginputan indikator penilaian secara terintegrasi. Melalui Aplikasi KLA Kementrian PPA RI, Proses ini mencakup pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, sebagaimana yang diamanatkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Wali Kota juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim, termasuk peran aktif Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Lhokseumawe, Salahuddin, S.ST, MSM bersama Sekretaris, Kabid serta Tim GT KLA dalam mengoordinasikan pengumpulan data dan memastikan kelengkapan dokumen pendukung. Ia berharap, dengan sinergi lintas sektor, capaian KLA Lhokseumawe dapat meningkat ke tingkat yang lebih tinggi pada tahun 2026.
Selain itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong partisipasi masyarakat, dunia usaha, dan media dalam mendukung program KLA. Edukasi kepada keluarga dan penguatan peran masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.
Dengan langkah strategis yang terus dilakukan, Lhokseumawe optimis dapat meraih predikat Kota Layak Anak 2026, sekaligus memperkuat komitmen sebagai kota yang peduli terhadap masa depan generasi muda.(Ra)