‎ ‎
‎ ‎

GEN-A Hadirkan Varian Baru Wahana EKSIS untuk Edukasi Anti-Rokok di CFD Banda Aceh


author photo

25 Mei 2026 - 18.40 WIB




BANDA ACEH — Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2026, Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menghadirkan varian terbaru dari wahana edukasi publik EKSIS (Engklek Edukasi Sehat & Islami) di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh, tepat di depan Kantor BPBA, Minggu (24/5/2026).
EKSIS merupakan produk edukasi berbasis permainan tradisional yang sebelumnya telah diperkenalkan GEN-A pada peringatan Hari Anak Nasional 2025 sebagai media edukasi kesehatan dan nilai Islami bagi anak. Pada momentum HTTS 2026 ini, GEN-A mengembangkan versi baru EKSIS dengan fokus khusus pada edukasi anti-rokok dan pengendalian tembakau pada anak dan remaja.

Peluncuran varian terbaru EKSIS menjadi bagian dari aksi publik SEHATI 2026 (Selebrasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia) yang diinisiasi oleh Youth Action on Tactical Transformation (YATTA), The Aceh Institute, dan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, bersama berbagai kolaborator lintas sektor termasuk GEN-A.
Kampanye ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tren perokok usia muda dan perokok pemula di tengah masifnya promosi industri tembakau. Melalui pendekatan yang lebih interaktif dan ramah anak, edukasi kesehatan diharapkan lebih mudah diterima oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Varian anti-rokok EKSIS dikemas dalam bentuk permainan engklek yang memadukan aktivitas fisik, pesan kesehatan publik, serta nilai Islami dan kearifan lokal Aceh. Peserta diajak melompat dari satu kotak ke kotak lainnya sambil mengenal pesan-pesan edukatif terkait bahaya rokok, hidup sehat, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Najwa Aqila, S.Kep, selaku Tim Pengembang EKSIS GEN-A, mengatakan bahwa pendekatan berbasis permainan dipilih untuk mengurangi kejenuhan model edukasi kesehatan yang selama ini cenderung satu arah.
“Anak-anak belajar lebih efektif ketika mereka bergerak, bermain, dan terlibat langsung. Karena itu, kami mencoba menghadirkan edukasi anti-rokok dalam bentuk permainan tradisional yang dekat dengan keseharian mereka,” ujarnya.

Menurut Najwa, penggunaan permainan tradisional juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali ruang bermain sehat yang mulai tergeser oleh aktivitas digital.
“Kami berharap produk ini dapat direplikasi dan dimanfaatkan sebagai media permainan sekaligus pembelajaran di sekolah-sekolah maupun ruang publik ramah anak lainnya,” katanya.
Kehadiran wahana EKSIS di area CFD menarik perhatian banyak pengunjung, terutama anak-anak dan remaja yang tampak antusias mencoba permainan tersebut secara bergantian.

Salah satu peserta remaja, Fatin (17), mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti permainan edukatif tersebut.
“Permainannya seru dan mudah dipahami. Dari permainan ini kami belajar bahwa rokok bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa membahayakan orang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Khalisa (9) mengaku senang karena dapat belajar sambil bermain bersama teman-temannya.
“Seru karena bisa lompat-lompat sambil belajar tentang bahaya rokok. Permainannya cocok untuk anak-anak,” katanya.

Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menilai pendekatan edukasi berbasis permainan tradisional penting untuk membangun literasi kesehatan anak sejak dini.
“Permainan seperti EKSIS tidak hanya menyampaikan pesan kesehatan, tetapi juga melatih kemampuan kognitif, motorik, interaksi sosial, serta keberanian anak dalam belajar dan berkomunikasi,” ujarnya.

Menurut Imam, edukasi kesehatan masyarakat perlu dikemas lebih kreatif agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan membekas pada anak maupun remaja.
“Anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan rokok dan iklan tembakau. Karena itu, edukasi harus dibuat dekat dengan dunia mereka—interaktif, menyenangkan, tetapi tetap memiliki pesan yang kuat,” katanya.
GEN-A berharap pengembangan varian baru EKSIS dapat menjadi alternatif media edukasi publik yang lebih partisipatif, sekaligus mendorong keterlibatan keluarga dan komunitas dalam membangun budaya hidup sehat di ruang publik.

Kegiatan peluncuran varian terbaru EKSIS dilaksanakan dalam rangka aksi publik SEHATI 2026 (Selebrasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia) yang diinisiasi oleh YATTA, The Aceh Institute, dan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, bersama berbagai kolaborator lintas sektor seperti Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, CFD Kota Banda Aceh, KORMI Banda Aceh, CIMSA FK USK, Urban Sustainability and Policy Institute (USPI), serta GEN-A.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Penulis
Tim Publikasi & Pemberitaan GEN-A
Bagikan:
KOMENTAR