‎ ‎
‎ ‎

Islam Mewujudkan Keoptimalan Pelaksanaan Idul Adha


author photo

21 Mei 2026 - 12.24 WIB




Oleh Dinnar Fitriani Susanti 
Aktivis Muslimah Balikpapan 

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan mengimbau masyarakat agar lebih memilih dalam membeli hewan kurban.
Pemerintah Kota meminta warga memastikan hewan yang dibeli dalam kondisi sehat dan berasal dari lokasi penjualan resmi yang telah melalui pemeriksaan petugas.
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih, mengatakan peningkatan pengawasan terhadap hewan kurban dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit hewan menular.

Idul Adha Sekedar Seremonial dalam Kapitalis Sekuler 

Seremonial adalah salah satu bentuk kata yang mewakili ibadah di setiap tahunnya. Hal ini merupakan sesuatu yang alamiah di sistem Kapitalis Sekuler. 

Karena dalam sistem Kapitalis Sekuler yang asas dominannya memisahkan agama dalam kehidupan juga lepas dari tanggung jawab negara. Sehingga agama mutlak di serahkan pada individu pelaksananya. 

Jika demikian kondisinya, akan menimbulkan dampak dari berbagai kehidupan. Hal ini pun terlihat dari fakta dilapangan, menjelang Idul Adha para penjual hewan kurban musiman berada di sekitar jalan-jalan. Satu sisi ini indikasi bahwa idul adha sebentar lagi.

Namun satu sisi adalah kelayakan dan kesehatan hewan kurban dan kebersihan sekitar juga membutuhkan perhatian oleh semua pihak.

Kenapa ini butuh perhatian dari semua pihak, karena hewan kurban akan di distribusikan juga dan dikonsumsi oleh masyarakat. 

Antisipasi ini butuh regulasi mulai dari lahan untuk hewan kurban, standar fikih hewan kurban, kebersihan makanan, transportasi yang layak untuk hewan kurban dan sanitasi ketika hewan kurban sampai di tempat tujuan transaksi dan sebagainya.

Hal ini terlihat sederhana, namun ini akan nampak berat dalam implementasi nya ketika diserahkan kepada penjual dan pembeli saja. Dan pembuat kebijakan menghimbau kepada masyarakat agar selektif memilih hewan kurban. Pengetahuan yang sangat minim atau hanya setahun sekali bagi pembeli inilah yang pastinya bisa menimbulkan perhatian.

Akhirnya sulit untuk mewujudkan keoptimalan pelaksanaan Idul Adha yang melekat dengan kurban dalam sistem Kapitalis Sekuler saat ini.

Negara Islam Mewujudkan Idul Adha Optimal 

Dua hari Raya umat Islam, salah satunya adalah Idul Adha. Idul Adha memberikan hikmah yang luar biasa terkait dengan persatuan dan pengorbanan. Maka umat Islam harus menjadikan paradigma persatuan dan pengorbanan tidak hanya melekat pada Idul Adha semata. Namun dalam setiap saat adalah persatuan dan pengorbanan.

Dan mengapa umat Islam harus menjadikan persatuan dan pengorbanan sebagai kekuatan, karena ini di dalamnya ibadah. Haji yang hanya ada dibulan Dzulhijjah, semua umat Islam melakukan di tempat yang sama, rincian ibadah haji yang sama dan bagi yang tidak melaksanakan nya akan tetap melaksanakan energi yang sama berupa puasa dan juga Idul Adha. 

Selain itu pelaksanaan ibadah kurban, merupakan wujud pengorbanan dalam bentuk harta untuk membeli hewan kurban. Dan Allah memberikan pahala bagi mereka yang berkurban di setiap bulu hewan tersebut.

Selain itu, Idul Adha dalam pandangan konsep Khilafah yaitu Pelaksana Islam dalam Negara dimaknai sebagai momentum persatuan umat Islam global di bawah satu komando kepemimpinan (Khalifah). 

Penetapan tanggal 1 Zulhijah hingga Hari Raya serta pelaksanaan ibadah wukuf di Arafah diserahkan kepada keputusan atau keputusan mutlak Khalifah yang berlaku serentak untuk seluruh wilayah kekuasaan.

Dalam sistem Khilafah, pelaksanaan ibadah dan hari raya memiliki karakteristik khusus:
Sentralisasi Keputusan: Berbeda dengan sistem negara bangsa modern seperti di Indonesia yang menggunakan sidang isbat, dalam Khilafah penentuan awal Zulhijah dan Idul Adha mengikat seluruh wilayah tanpa memedulikan perbedaan zona waktu. Keputusan didasarkan pada kesaksian rukyatul hilal yang valid di wilayah mana pun dalam kekuasaan Khilafah atau wilayah terdekat.

Simbol Persatuan Politik: Pelaksanaan Idul Adha menjadi refleksi kekuatan jamaah Islam secara politis. Kurban dan salat Id tidak hanya dipahami sebagai ritual ibadah spiritual, tetapi juga penegakan syariat secara institusional di bawah naungan sistem pemerintahan Islam.

Hari Raya Kurban: Sama seperti tradisi Islam pada umumnya, ibadah penyembelihan hewan kurban (Udhiyah) dilakukan pada 10 Zulhijah dan hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijah). Daging kurban didistribusikan sebagai bentuk revolusi kepedulian sosial untuk menguatkan ketahanan ekonomi internal.

Hewan kurban menjadi perhatian oleh negara mulai dari pemastian kelayakan sembelih dan layak di distribusikan. Disinilah pejabat Khilafah berperan penting semisal Qadhi Hisbah yang berkeliling pasar untuk memastikan kelayakan, kesehatan, dan kejujuran dalam perkara pasar hewan kurban. 

Tidak semua umat Islam mengkonsumsi daging, dan Idul Adha inilah seluruh umat Islam merata merasakan daging kurban. 

Inilah Islam, ketika di wujudkan maka perayaan Idul Adha bukan sekedar seremonial dan pelaksanaan individu semata. Namun wujud nyata perayaan tersebut terasa di seluruh umat dan juga hewan kurban yang termasuk dalam bagian hari Raya umat Islam.
Bagikan:
KOMENTAR