Banda Aceh — Di saat banyak organisasi hanya ramai dalam slogan solidaritas, Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPW IWOI) Aceh justru menunjukkan kebersamaan yang nyata pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Ketua DPW IWOI Aceh, Dimas KHS AMF, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan bersama para pengurus di hari pertama Iduladha. Momentum tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas di internal organisasi.
Di tengah suasana haru, Dimas memilih berbagi bersama para pengurus sebagai simbol bahwa organisasi tidak boleh dibangun atas kepentingan pribadi, melainkan rasa memiliki secara bersama.
“Setiap ada rezeki, harus kita rasakan bersama. Walaupun sedikit, kebersamaan itu jauh lebih penting daripada nilai materi,” ujar Dimas.
Ia menegaskan, hubungan antar pengurus harus terus dijaga tanpa sekat dan tanpa pilih kasih. Menurutnya, kekompakan organisasi hanya bisa terwujud apabila seluruh anggota saling menghargai dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
“Organisasi tidak boleh diisi ego pribadi. Yang harus dijaga adalah solidaritas dan rasa kekeluargaan,” tegasnya.
Menariknya, sikap tersebut ditunjukkan Dimas di tengah suasana duka yang sedang dialaminya. Diketahui, ibu mertuanya baru saja meninggal dunia beberapa hari sebelumnya. Namun kondisi itu tidak membuatnya mengabaikan para pengurus IWOI Aceh.
Salah satu pengurus DPW IWOI Aceh, Wahyuriadi, mengaku tersentuh dengan sikap ketuanya yang tetap memikirkan kebersamaan organisasi meski sedang dirundung musibah keluarga.
“Beliau sedang berduka, tetapi tetap memikirkan pengurus. Itu yang membuat kami hormat dan bangga,” kata Wahyuriadi.
Hal senada disampaikan Nur Akmal. Ia menilai sosok Dimas bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi juga figur yang terus menjaga nilai kekeluargaan di tubuh IWOI Aceh.
“Beliau memang tegas dan kadang bawel, tapi sangat peduli terhadap kekompakan dan kebersamaan pengurus,” ujarnya.
Momentum Iduladha tersebut menjadi gambaran bahwa kebersamaan di tubuh IWOI Aceh bukan sekadar formalitas organisasi. Di tengah dinamika dan tantangan organisasi pers, solidaritas dan rasa saling memiliki dinilai menjadi pondasi utama menjaga kekuatan internal.
Dengan suasana kekeluargaan yang terus terawat, IWOI Aceh diharapkan semakin solid, harmonis, dan mampu menjalankan peran sosial serta kontrol publik secara lebih kuat di tengah masyarakat.(MN)