‎ ‎
‎ ‎

Mahasiswa Cerdas Dengan Politik Islam


author photo

25 Mei 2026 - 16.44 WIB



Oleh: Yamronah ( Pemerhati Masalah Pendidikan)

Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda menggelar aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Kalimantan Timur, menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih membayangi daerah yang kaya sumber daya alam. Potensi kekayaan alam belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Fenomena ini menjadi ironi besar di tengah melimpahnya kekayaan alam yang dimiliki Kalimantan Timur. 

Aksi mahasiswa tersebut menunjukkan adanya ketimpangan antara kekayaan sumber daya alam yang melimpah dengan kesejahteraan masyarakat yang belum merata. Hal ini mengindikasikan bahwa pengelolaan sumber daya alam belum sepenuhnya berorientasi kepada kepentingan masyarakat, melainkan lebih banyak menguntungkan pihak pihak tertentu. Padahal, kekayaan alam seharusnya menjadi sarana untuk menjamin kebutuhan rakyat, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. 

Berbagai persoalan mendasar seperti pendidikan, infrastruktur, kesehatan hingga distribusi BBM yang masih bermasalah menandakan adanya kelemahan dalam tata kelola kebijakan publik. Selain itu, tuntutan terkait kesejahteraan guru honorer dan reklamasi tambang juga menunjukkan bahwa aspek keadilan sosial dan tanggung jawab lingkungan belum dijalankan secara optimal. Tambang yang terus dieksploitasi sering kali meninggalkan kerusakan lingkungan, sementara rakyat sekitar belum menikmati hasil kekayaan alam secara adil. 

Dengan demikian, persoalan ini bukan sekedar persoalan teknis, tetapi berkaitan dengan arah kebijakan dan sistem pengelolaan yang belum mampu menghadirkan kesejahteraan secara menyeluruh. Sistem kapitalisme yang menjadikan keuntungan materi sebagai orientasi utama telah melahirkan ketimpangan sosial. Kekayaan alam yang semestinya milik rakyat justru dikuasai oleh korporasi dan para pemilik modal. Akibatnya, kesejahteraan hanya dirasakan segelintir pihak, sedangkan masyarakat banyak masih menghadapi kesulitan hidup. 

Mahasiswa memang seharusnya hadir sebagai bagian dari masyarakat yang mengkritik penguasa dan menjadi agenda of change bagi masyarakat. Namun, melihat akar masalah dan menawarkan solusi tidak cukup hanya melalui jalan demokrasi sekuler yang lahir dari sistem yang sama. Perubahan hakiki harus menyentuh akar persoalan, yaitu sistem kehidupan yang diterapkan. 

Islam memandang bahwa penguasa adalah pelayan rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Rasulullah .saw bersabda :
"Imam ( pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, mahasiswa seharusnya mengkaji Islam secara serius dan mengajak orang lain melalui dakwah agar menjadi pelopor Perubahan di tengah masyarakat. Mahasiswa cerdas bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran Politik Islam sehingga memahami bagaimana Islam mengatur ekonomi, pendidikan, kesehatan, pengelolaan sumber daya alam, hingga kepemimpinan negara. 

Allah SWT berfirman:
"Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang mungkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung. " (QS. Ali Imran: 104)

Dalam sejarah peradaban Islam, mahasiswa dan para pemuda memiliki peran besar dalam kebangkitan umat. Pada era kejayaan Islam dan kekhilafahan, lahir generasi-generasi cerdas yang bukan hanya ahli ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian Islam yang kuat. Mereka menjadikan ilmu sebagai sarana membangun peradaban dan menjaga kemaslahatan umat. Semangat amar makruf nahi mungkar menjadikan mereka berani menyampaikan kebenaran kepada penguasa dan masyarakat. 

Karena itu, mahasiswa hari ini harus menjadi generasi yang kritis, berani, dan berlandaskan Islam. Mahasiswa harus memahami bahwa perubahan tidak akan lahir hanya dari pergantian pemimpin, tetapi dari perubahan sistem yang diterapkan. Dengan Politik Islam, mahasiswa dapat menjadi pelopor kebangkitan umat, memperjuangkan keadilan, serta menghadirkan kesejahteraan yang hakiki bagi masyarakat. 
Wallahu alam...
Bagikan:
KOMENTAR