‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Ibu Bertaruh Nyawa Di Negeri Kaya


author photo

13 Jun 2026 - 20.54 WIB



Oleh : Rahmayanti, S.Pd


Di tengah kemajuan zaman dan bejalannya roda pembangunan juga hiruk pikuk layanan kesehatan, Indonesia masih menghadapi persoalan serius, tingginya angka kematian ibu melahirkan. Setiap ibu meninggal saat hamil, melahirkan atau pasca melahirkan atau bersalin bukan sekedar angka di statistik, melainkan tragedi kemanusiaan. Anak kehilangan kasih sayang, suami kehilangan pendamping hidup, dan keluarga kehilangan tiang utama rumah tangga.
Ironisnya, negeri yang kaya sumber daya alam ini belum mampu memberikan jaminan keselamatan bagi para ibu, yang notabene sebagi pencetak generasi. Banyak ibu yang harus menepuh perjalanan jauh menuju fasilitas kesehatan, terlambat mendapat pertolongan, bahkan terkendala dana. Di sisi lain, pelayanan kesehatan sering kali belum merata dan banyak daerah-daerah yang tidak tersentuh, terutama di wilayah pelosok dan terpencil. 
Tragedi ibu hamil yang meninggal pada akhir 2025 dalam perjalanan untuk melahirkan anaknya di Jayapura, Papua masih menyimpan duka yang mendalam peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat mengenai ketimpangan akses kesehatan dan lemahnya sistem rujukan di daerah. Sebelum meninggal ibu hamil tesebut di tolak dibeberapa rumah sakit di wilayahnya. Alasannya beragam, mulai dari persoalan rujukan yang tak terkoordinasi, ketersediaan kamar perawatan yang penuh, hingga tidak adanya dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Peristiwa tersebit bukan satu-satunya kejadian. Hingga 2020, angka kematian ibu di Indonesia mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Ini merupakan cermin dari masalah kesehatan ibu yang masih membelenggu di Indonesia, dimana angka kematian sangat tinggi. https://www.kompas.id/artikel/ironi-tingginya-angka-kematian-ibu-di-tengah-surplus-jumlah-dokter-kandungan-di-Indoesua.
Menurut Badan Pusat statistik (BPS) Angka Kematian bayi (IMR) terus menurun mencapai 14,12 dan Angka Kematian Ibu Melahirkan (MMR) juga terus menurun mencapai 144.
Tingginya angka kematian ibu menunjukan bahwa negara belum sepenuhnya hadir untuk menjaga kebutuhan dasar rakyat, khususnya kesehatan perempuan dan ibu hamil. Ada beberapa faktor yang saling berkaitan. 
Yang pertama adanya ketimpangan akses layanan kesehatan Khususnya di kota besar, fasilitas kesehatan relatif legkap. Namun di daerah terpemcil, rumah sakit, tenaga kesehatan masih sangat terbatas, biasanya hanya mendapatkan pelayanan kesehatann seadanya. Kondisi ini menunjukan kesehatan hanya bisa didapatkan bagi yang berpunya saja dan bukan kebutuhan pokok yang mendapat jaminan negara. 
Kedua, sistem kesehatan berbasis kapitalis. Dalam sistem kapitalsime layanan kesehatan sering dipandang sebagai lahan bisnis, rumah sakit berlomba mencari keuntungan, sementara rakyat kecil begitu susah mengakses layanan kesehatan sehingga pelayanan yang baik tergantung kemampuan finansial, dari pada kebutuhan mendesak pada pasien yang seharusnya jadi prioritas apalagi bagi ibu yang mau melahirkan.
Ketiga, lemahnya edukasi dan pendampingan ibu hamil, dibanyak daerah masih banyak ibu hamil yang kurang mendapatkan edukasi gizi, pemeriksaan kehamilan rutin, tanda bahaya persalinan, hingga pentingnya pendampingan tenaga medis. Faktor ekonomi dan rendahnya pendidikan turut memperparah keadaan. Ketika negara tidak serius mengurusi rakyatnya maka resiko komplikasi kehamilan akan terus tinggi.
Keempat, kemiskinan dan tingginya beban hidup. Banyak ibu hamil yang harus tetap bekerja demi kelangsungan hidup, akhirnya mendaptkan gizi yang buruk, kelelahan tekanan ekonomi akhirnya dapat meningkatkan risiko kehamilan dan persalinan. 
 Dalam Islam memandang nyawa manusia sangat berharga, menjaga kehidupan adalah kewajiban negara. Oleh Karena itu di dalam Islam kesehatan bukan sesuatu yang dijadikan komoditas bisnis melainkan pelayan publik yang wajib dijamun negara, dan negara wajib menyediakan pelayanan kesehatan gratis dan berkualitas, di dalam sistem Islam pemimpin adalah pengurus rakyatnya dan wajib menyediakan rumah sakit, tenaga medis. Obat-obatan, ambulans, hingga fasilitas persalinan yang lengkap secara gratis dan merata. Tidak boleh kehilangan nyawa hanya kerena permasalahan ekonomi dan tidak adanya fasilitas kesehatan.
Negara wajib memastikan pelayanan menjangkau keseluruh pelosok wilayah terutama daerah terpencil. Tidak boleh Negara membiarkan rakyat di pedalaman tidak mendapatkan failitas kesehatan yang layak.. Negara juga memberikan edukasi dan pencegahan yang kuat. Islam sangat memperhatikan ilmu dan pendidikan. Negara memiliki kewenangan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan, gizi, dan pentingnya pemeriksaan kehamilan.
Mengenai pengelolaa kekayaan alam yang begitu berlimpah adalah milik umum. Islam mengatur bahwa kekayan alam dikelola oleh negara untuk kepentingan rakyat, termasuk masalah pembiayaan layanan kesehatan gratis dan berkualitas. Dengan pengelolaan yang benar, maka negara memiliki kemampuan besar untuk menjamin keselamatan ibu dan anak tanpa bergantung pada utang ataupun komersialisasi layanan kesehatan. Wallahu a’lam.
Bagikan:
KOMENTAR