‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Islam Sayang Kamu: Jauhi Boti, Cegah HIV/AIDS Sejak Dini


author photo

20 Jun 2026 - 06.34 WIB



Emirza Erbayanthi, M.Pd
(Muslimah Bontang)

Dinas kesehatan Kalimantan Timur mencatat lebih dari 1.000 kasus HIV ditemukan. Kota Samarinda dan Balikpapan menjadi penyumbang kasus tertinggi. Berdasarkan data yang dipaparkan pemprov Kaltim, kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) disebut menjadi kelompok yang mendominasi penularan HIV disusul kelompok berisiko lainnya. 

Tingginya angka kasus di dua kota tersebut dikaitkan dengan tingginya mobilitas penduduk, aktivitas sosial yang padat, serta semakin luasnya cakupan skrining yang membuat lebih banyak kasus terdeteksi. Pemerintah pun terus mendorong upaya deteksi dini, edukasi, dan pengobatan untuk menekan penyebaran HIV di Kalimantan Timur. 

Kebebasan merupakan paham yang paling menonjol dalam masyarakat penganut ideologi kapitalisme sekuler. Mereka memandang bahwa manusia akan menjadi baik jika tidak ada pengekangan terhadap kehendaknya. Maka itu, pengusung ideologi ini berusaha menyebarkan paham kebebasan ke tengah-tengah masyarakat, termasuk umat Islam hingga remaja muslim. (Link: https://www.instagram.com/p/DZKR-OSAROZ/?igsh=MWp2MHEzeno2Z2J0dg==)

Waspada Paham Kebebasan

Ideologi kapitalisme sekuler bertentangan dengan ideologi Islam. Kapitalisme sekuler lahir dari pemikiran manusia, sedangkan Islam berasal dari Allah Swt. pencipta manusia. Paham kebebasan menjerumuskan manusia, yang kuat memakan yang lemah hingga kerusakan moral terjadi di mana-mana.

Paham kebebasan menjadikan remaja muslim tidak mengenal agamanya atau hanya sebatas identitas di atas kertas. Mereka tidak mengerti masalah akidah, syariat, juga akhlak. Remaja diberikan kebebasan dalam berpendapat apa pun tanpa melihat apakah sesuai dengan Islam.

Sedangkan dalam berperilaku, pergaulan bebas, LSL, boti menjadi hal yang biasa dan dipandang sebagai dinamika kehidupan remaja hari ini. Bisa dibayangkan, bagaimana kehidupan Islam pada masa mendatang jika keadaan remaja muslim hari ini jauh dari Islam, tersesat dalam paham kebebasan. 

Harus ada upaya dari keluarga, umat Islam dan negara untuk menyelamatkan remaja dari serangan paham kebebasan ini. Sebagian kaum muslimin tertipu bahwa kebebasan berakidah yang diusung kapitalisme sekuler tidak bertentangan dengan Islam. Padahal muslim diperintahkan untuk berpegang teguh pada tali agama Allah (Islam).

Islam membolehkan seorang muslim menyampaikan pendapatnya, tetapi pendapat tersebut tidak boleh bertentangan dengan akidah dan syariat Islam. Sedangkan tentang kebebasan hak milik, orang-orang kapitalis membebaskan manusia untuk memiliki apa saja yang ia sukai selama ia mampu memilikinya dan tidak melanggar hak–hak yang diakui oleh sistem kapitalisme. 

Sehingga, semua barang yang diharamkan dalam Islam seperti minuman keras, peternakan babi, tempat perjudian, rumah pelacuran, dan lain-lain diberikan kebebasan oleh sistem kapitalisme untuk seseorang. Kebebasan hak milik ini juga akan menunjukkan kesenjangan sosial yang tajam di dalam masyarakat karena yang memiliki banyak uang akan bisa menikmati banyak barang dan usaha. 

Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang kekurangan, kelaparan, dan menderita hidupnya. Sedangkan kebebasan berperilaku, bagi kapitalisme sekuler tidak ada tempat bagi aturan halal/haram untuk mengatur perilaku manusia. Penerapan kebebasan berperilaku membudayakan kerusakan moral manusia. 
Pria wanita ‘kumpul kebo’, aborsi, pornografi, pornoaksi, prostitusi, LSL, boti dan berbagai perilaku buruk lainnya adalah hal biasa.

Kapitalisme sekuler berusaha agar generasi hari ini mengikuti paham kebebasan, yaitu melalui berbagai proyek dengan mengatasnamakan lembaga internasional serta legislasi di negara-negara muslim sehingga legal menjadi undang-undang yang mengikat masyarakat. Hal ini bahaya untuk keberlangsungan generasi muslim. 

Keberadaan dan perkembangan kelompok Boti atau LSL dan L68TQ+ tidak terlepas dari arus globalisasi yaitu serangan budaya Barat. Moderasi dan toleransi berkedok agama dijadikan dalil pembenaran. Ada opini yang mengatakan bahwa, perilaku seksual L687 karena pengaruh genetik. Padahal, L687 bukan bawaan faktor genetik. 

Klaim homoseksual tidak bisa diubah secara psikologis juga keliru. Karena, penyakit ini bisa disembuhkan ketika punya niatan kuat untuk sembuh. HIV/AIDS adalah gejala yang melekat pada peradaban sekuler Barat. Penyakit ini berasal dari kalangan berperilaku seks bebas dan menyimpang. Gaya hidup yang liberal-sekuler adalah pintu utama penyebaran HIV/AIDS. 

Islam Sayang Kamu!

Generasi dengan paham liberal–sekuler melalui isu moderasi beragama menjadikan generasi tidak mengenal jati dirinya, parahnya liberalisme (kebebasan) sebagai jalan hidup. Dengan moderasi beragama menghantarkan generasi pada pemahaman yang bebas menerima segala budaya-budaya Barat yang merusak, seperti halnya perilaku menyimpang L98T. 

Generasi hari ini banyak yang salah arah tujuan, sehingga membuat mereka berperilaku tanpa sadar menjadi penyebar perilaku menyimpang. Kondisi seperti ini mengancam masa depan generasi sebagai pemimpin masa depan bangsa. Solusi Islam untuk generasi hari ini agar terhindar dari HIV/AIDS dan L98T hanyalah penerapan Islam secara total. 

Allah SWT berfirman:
Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).
Allah SWT memberi hukuman bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (QS an-Nur [24]: 2). Hukuman yang berat juga diberlakukan bagi para L98T, LSL dan boti. 

L98T, LSL dan boti adalah perilaku yang dapat menyebarluasan HIV/AIDS. Dalam syariat Islam memberikan azab bagi pelaku L98T merujuk pada kisah kaum Nabi Luth. Kisah ini terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Abbas ra. Nabi Muhammad SAW bersabda;
“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya” [HR. Tirmidzi]

Dengan hukuman tersebut orang yang akan melakukan perilaku menyimpang seks bebas, pacaran, dan L98T akan berfikir ribuan kali sebelum melakukannya. Selain itu, semua jenis industri seks bebas, media yang mempromosikan perilaku menyimpang akan diberantas. Sedangkan paham liberalisme-sekularisme diganti dengan akidah dan sistem Islam. 

Penerapan syariah Islam diterapkan kedalam seluruh aspek kehidupan baik sistem hukum, sosial, pendidikan, politik dan ekonomi. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam menjamin kehormatan, menjaga dan melindungi generasi pemimpin peradaban. Saatnya pemerintah menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam diseluruh aspek kehidupan. 

Penerapan sistem Islam secara total akan menjaga generasi dari ancaman HIV/AIDS, L98T, LSL, boti. Hanya dengan dakwah pemikiran yang bisa mengeluarkan generasi dari paham kebebasan. Pembinaan Islam kafah adalah metode dakwah yang mencontoh oleh Rasulullah saw. sehingga kebangkitan umat dan Islam akan terealisasi. Insyaallah. Wallahualam.
Bagikan:
KOMENTAR