Edukasi Bahaya Rokok Lewat EKSIS, GEN-A Perkuat PKPR Remaja di Posyandu Deah Raya


author photo

4 Jul 2026 - 12.26 WIB


BANDA ACEH — Posyandu Remaja (Posrem) Gampong Deah Raya bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menyelenggarakan edukasi bahaya rokok melalui media Engklek Edukasi Sehat dan Islami (EKSIS) di Gedung Putih Serbaguna Gampong Deah Raya, Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 30 remaja, anak-anak, kader Posyandu, dan masyarakat ini merupakan tindak lanjut kolaborasi antara Puskesmas Kopelma Darussalam dan GEN-A dalam memperkuat implementasi Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) luar gedung melalui pendekatan edukasi yang kreatif, partisipatif, dan berbasis komunitas.

Edukasi mengenai bahaya rokok menjadi semakin penting mengingat tingginya angka perokok usia anak dan remaja di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi perokok pada kelompok usia 10–18 tahun masih mencapai 7,4 persen. Sementara itu, Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia 2019 menunjukkan prevalensi perokok pada pelajar usia 13–15 tahun meningkat dari 18,3 persen pada 2016 menjadi 19,2 persen pada 2019. Fakta tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui pendekatan edukasi yang sesuai dengan karakteristik remaja agar mereka mampu menolak ajakan merokok dan membangun gaya hidup sehat.

Dalam kegiatan ini, Cut Wirdatul Ahya, S.Kep., selaku Edukator GEN-A, menyampaikan materi mengenai kandungan zat berbahaya dalam rokok, dampaknya terhadap kesehatan perokok aktif maupun pasif, serta pentingnya membangun perilaku hidup sehat sejak usia remaja. Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, sesi edukasi dipadukan dengan permainan Engklek Edukasi Sehat dan Islami (EKSIS) yang difasilitasi oleh Ikmaldi Nabawi, Staf GEN-A. Melalui permainan tersebut, peserta diajak menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan menyelesaikan tantangan seputar bahaya rokok sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Pendekatan belajar sambil bermain membantu peserta memahami dampak buruk rokok terhadap kesehatan sekaligus memperkuat keberanian mereka untuk menolak ajakan merokok dan menyampaikan pesan hidup sehat kepada teman sebaya maupun keluarga.

Selain membahayakan paru-paru, merokok juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta berbagai jenis kanker. Tidak hanya itu, paparan asap rokok pada perokok pasif, terutama anak-anak dan remaja, dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, infeksi saluran napas, hingga penurunan fungsi paru. Oleh karena itu, remaja perlu memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap rokok, menghindari lingkungan yang mendorong kebiasaan merokok, serta mengajak teman sebaya menerapkan gaya hidup sehat.

Cut Wirdatul Ahya, S.Kep., mengatakan bahwa masa remaja merupakan periode yang sangat menentukan dalam pembentukan perilaku hidup sehat sehingga edukasi harus diberikan sebelum muncul kebiasaan merokok.
"Sebagian besar perokok mulai mencoba rokok pada usia remaja. Karena itu, pencegahan harus dimulai sedini mungkin. Tidak ada batas aman untuk merokok karena asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang dapat merusak hampir seluruh organ tubuh. Remaja harus berani mengatakan tidak terhadap rokok dan menjadi contoh bagi teman-temannya untuk hidup lebih sehat," ujarnya.

Salah seorang kader Posrem, Ratu Zhira Ramadani, mengaku metode belajar melalui permainan membuat materi lebih mudah dipahami dan mendorong peserta lebih aktif mengikuti kegiatan.
"Belajar melalui permainan membuat kami lebih berani bertanya dan berdiskusi. Materi yang disampaikan juga lebih mudah dipahami sehingga kami semakin yakin untuk menjauhi rokok dan mengajak teman-teman lain menerapkan pola hidup sehat," katanya.

Direktur Eksekutif GEN-A, Imam Maulana, mengatakan bahwa kolaborasi bersama Puskesmas Kopelma Darussalam merupakan bagian dari komitmen GEN-A dalam mendukung penguatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) melalui pemberdayaan kader dan pendekatan edukasi yang inovatif.
"PKPR tidak hanya hadir di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga harus menjangkau ruang-ruang tempat remaja beraktivitas. Kolaborasi dengan Posyandu Remaja menjadi langkah strategis untuk membangun lingkungan yang mendukung generasi muda tumbuh sehat, produktif, dan bebas rokok. Kami akan terus mengembangkan media edukasi kreatif agar pesan kesehatan lebih mudah diterima dan mampu mendorong perubahan perilaku di masyarakat," ujar Imam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara Puskesmas Kopelma Darussalam dan GEN-A dalam memperkuat implementasi PKPR luar gedung di wilayah kerja puskesmas. Ke depan, edukasi kesehatan akan terus dikembangkan melalui pemberdayaan kader Posyandu Remaja, pemanfaatan media edukasi inovatif seperti EKSIS, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan promosi kesehatan dan mewujudkan generasi muda yang sehat, produktif, serta bebas dari rokok.

Penulis: Tim Publikasi dan Pemberitaan GEN-A
Bagikan:
KOMENTAR