SUKA MAKMUE – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nagan Raya yang ke-24 tidak hanya diisi dengan ajang pameran pembangunan, tetapi juga menjadi momentum berharga untuk memperkenalkan terobosan strategis di sektor pangan. Melalui kegiatan sosialisasi dan pameran, program PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) yang digagas Kementerian Pertanian RI sukses mencuri perhatian masyarakat dan menjadi sorotan utama di kalangan petani, penyuluh, hingga generasi muda. Rabu (22 Jul 2026).
Kehadiran inovasi sistem budidaya padi modern ini di area pameran mendapatkan antusiasme yang luar biasa. Pengunjung berbondong-bondong hadir untuk mempelajari konsep pertanian masa depan yang mengutamakan efisiensi, presisi, dan pemanfaatan teknologi canggih di setiap tahap pengelolaan lahan.
PM-AAS merupakan pendekatan revolusioner dalam budidaya padi yang mengintegrasikan penggunaan alat dan mesin pertanian modern dengan manajemen lahan yang presisi. Sistem ini dirancang khusus untuk memangkas biaya produksi, mempercepat siklus tanam, serta menjamin kualitas dan kuantitas hasil panen yang lebih maksimal.
Sebagai strategi nasional untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan taraf hidup petani, program ini menawarkan solusi praktis bagi tantangan pertanian masa kini melalui:
- Penerapan mekanisasi menyeluruh;
- Pengelolaan sumber daya alam yang hemat dan ramah lingkungan;
- Adopsi teknologi informasi untuk pemantauan tanaman secara akurat.
Pemerintah Daerah Dukung Penuh Transformasi Pertanian,
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap implementasi PM-AAS di wilayahnya. Menurutnya, program ini sangat selaras dengan visi pembangunan daerah untuk memajukan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.
"Kami siap mendukung dan menyukseskan Program PM-AAS dari Kementerian Pertanian. Program ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan produktif," ujar Kepala Dinas dalam kesempatan tersebut.
Ia juga menambahkan harapan besar agar perubahan pola pikir dan adopsi teknologi ini dapat segera dirasakan manfaatnya di lapangan. "Harapannya, petani di Kabupaten Nagan Raya dapat memperoleh hasil panen yang lebih optimal sekaligus meningkatkan kesejahteraannya," tegasnya.
Edukasi dan Harapan Ke Depan,
Kegiatan pengenalan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi para petani untuk mulai meninggalkan cara-cara konvensional. Antusiasme yang tinggi dari kelompok tani dan penyuluh menjadi modal kuat dalam memperluas penerapan sistem ini ke berbagai kecamatan secara bertahap.
Peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya pun menjadi lebih bermakna; bukan sekadar perayaan capaian masa lalu, namun menjadi titik tolak masa depan pertanian yang lebih tangguh. Dengan sinergi antara dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, PM-AAS diproyeksikan mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah sekaligus kontribusi nyata bagi kedaulatan pangan nasional.(Ak)