‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Tradisi Penuh Khidmat, SMAN 1 Samalanga Gelar Peusijuek Sambut 216 Siswa Baru


author photo

20 Jul 2026 - 18.51 WIB


SAMALANGA | RADARACEH.COM– Keluarga besar SMA Negeri 1 Samalanga kembali melestarikan salah satu warisan budaya Aceh melalui prosesi tepung tawar (peusijuek) dalam rangka menyambut 216 siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027. Tradisi yang sarat makna tersebut digelar usai pelaksanaan upacara bendera di halaman sekolah, Senin (20/7/2026), dan berlangsung dengan penuh khidmat serta suasana kekeluargaan.

Ratusan siswa baru mengikuti setiap rangkaian prosesi dengan tertib dan penuh rasa hormat. Bagi masyarakat Aceh, peusijuek bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan doa dan harapan agar seseorang memperoleh keselamatan, keberkahan, ketenangan hati, serta kemudahan dalam menempuh perjalanan hidup, termasuk dalam menuntut ilmu.

Prosesi peusijuek dipimpin oleh guru senior Srimada Usman, S.Pd.I bersama Dra. Rusmini. Dengan penuh ketulusan, keduanya memimpin doa dan melakukan prosesi tepung tawar kepada perwakilan siswa baru sebagai simbol penyucian diri, kesiapan mental, serta awal perjalanan pendidikan di lingkungan SMA Negeri 1 Samalanga.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Fauzan, S.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan peusijuek sengaja dijadwalkan pada pekan kedua tahun ajaran baru. Menurutnya, selama pekan pertama seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) agar peserta didik dapat mengenal lingkungan, budaya, serta tata tertib sekolah terlebih dahulu.

"Minggu pertama kami fokus pada kegiatan MPLS. Setelah para siswa mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah, barulah kami melaksanakan prosesi peusijuek agar makna spiritual dan nilai budayanya dapat lebih dirasakan oleh seluruh peserta didik," ujar Fauzan.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Samalanga, Zulfadli, S.Pd.I., M.Pd, menegaskan bahwa tradisi peusijuek merupakan bagian penting dari identitas budaya Aceh yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai agama, budaya, dan kearifan lokal.

"Peusijuek bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga doa dan harapan dari para guru agar seluruh siswa baru diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam belajar, serta mampu meraih cita-cita. Mulai hari ini, 216 siswa baru resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Samalanga," kata Zulfadli.

Ia berharap seluruh peserta didik baru mampu menjaga nama baik sekolah, menjunjung tinggi disiplin, menghormati guru, serta terus mengembangkan potensi diri baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Prosesi yang berlangsung sederhana namun sarat makna tersebut menjadi bukti komitmen SMA Negeri 1 Samalanga dalam memadukan pendidikan modern dengan pelestarian budaya lokal. Nilai-nilai religius, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMA Negeri 1 Samalanga berharap seluruh siswa baru dapat memulai perjalanan pendidikan mereka dengan semangat baru, hati yang bersih, serta doa dan restu dari para guru, sehingga mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga, sekolah, daerah, dan bangsa.(MN)
Bagikan:
KOMENTAR