Oleh : Evi Fitriani, S. Pd (Pemerhati Generasi)
Saat ini, banyak sekali diantara kita yang merasa kehidupannya sedang tidak baik-baik saja. Dewasa ini, hidup di era modern dengan arus digitalisasi dan teknologi yang semakin berkembang membuat hidup penuh dengan tuntutan. Bahkan faktanya 48% gen Z, remaja dan kalangan muda saat ini menyatakan tidak merasa aman secara finansial.
Di Tengah perkembangan zaman ini, ternyata membuat alokasi belanja gen z juga semakin tinggi. Atas dasar kebutuhan emosional dan kemewahan atau antara gaya hidup berkedok self-reward . Tetapi inipun justru di anggap kebutuhan yang segera untuk dipenuhi.
Akhirnya membuat gen z mulai menghalalkan segala cara untuk memenuhi standar yang mereka buat sendiri. Parahnya hal ini 11- 12 dengan sistem kehidupan saat ini yang bisa menghalalkan segala cara agar tercapai standar yang diinginkan. Itulah sistem kapitalisme.
Sistem kapitalisme yang hari ini menciptakan tekanan ekonomi dan menghimpit Gen Z, di mana biaya hidup terus naik, sementara gaji stagnan. Sayangnya negara saat ini seolah lepas tangan dari kewajiban menjamin kebutuhan dasar dan membuat generasi muda berjuang sendiri.
Tekanan ekonomi ini di perparah oleh gaya hidup sekuler-liberal yang menjadikan self-reward, healing, konsumsi hedonis (gaya hidup mewah) sebagai “pelarian”. Media sosial saat ini mencekoki generasi dengan tren popular yang memicu FOMO dan budaya belanja inplusif. Standar tiktok yang menjadi acuan mereka berbuat.
Di balik itu semua, ada krisis yang lebih dalam, yakni Gen Z tidak memahami tujuan hidupnya. Sehingga kebahagiaan diukur dari kenikmatan materi sesaat, bukan dari ridho Allah dan kemuliaan Islam.
Paham sekulerime yaitu memisahkan agama dari kehidupan ini, sedang terjangkit pada generasi muda. Hidup bebas tanpa aturan agama, melakukan segala hal tanpa batasan dan menuruti hawa nafsunya. Berbahaya karena bukan hanya moral yang rusak namun juga akhlak,adab dan nilai-nilai syariat bukan tujuan. Akibatnya banyaknya generasi muda yang krisis mental, gampang rapuh, dan mudah stress.
Saat ini dalam hal ekonomi, kebutuhan dasar seluruh rakyat yang harusnya disediakan oleh negara ternyata jauh dari harapan. Rakyat termasuk gen z yang masuk usia produktif harus terseok-seok dalam berjuang mencari lapangan pekerjaan atau mencari nafkah. Berjuang sendiri di saat sumber daya alam melimpah yang dikuasai oleh swasta. Negara saat ini lepas terhadap tanggung jawabnya. Negara harusnya menjadi ra’in (pengurus) rakyat dan memastikan kebutuhan rakyat pun harus di laksanakan.
Hal yang berbeda ketika Islam hadir dan diterapkan dalam sistem pemerintahan. Islam akan menutup pintu gaya hidup hedonis dan melindungi generasi dari paparan konten-konten merusak seperti sekulerisme – kapitalisme dan turunannya, agar tidak mudah bagi gen z terpengaruh dengan gaya hidup tersebut. Karena bagi mereka, apapun yang viral maka mereka harus ikuti.
Negara punya kewajiban untuk menyediakan media yang akan di arahkan untuk edukasi dan meningkatkan ketakwaan rakyat. Islam juga membangun paradigma yang benar tentang hakikat hidup manusia, yaitu beribadah kepada Allah.
Dalam firman Allah Adz-Dzariyat : 56 yaitu “"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”. Paham tujuan menjadikan generasi muda tidak mudah kehilangan arah. Hidup ada tujuan dan tidak mudah terbawa arus.
Memastikan generasi muda untuk tumbuh dalam lingkungan yang tersuasanakan Islam. Amar ma’ruf nahi mungkin masyarakat menjadikan generasi muda berhati-hati dalam berbuat, karena ada control dari masyarakat yang akan memastikan apa yang mereka lakukan. Serta nilai-nilai kebaikkan mudah terwujud.
Dalam hal ini Generasi butuh ruang-ruang bertumbuh yang baik, sehingga dapat berkembang sebagaimana potensinya sebagai remaja. Generasi Islam gemilang adalah sosok pemuda dan umat yang memiliki akidah lurus, akhlak mulia, serta kecerdasan ilmu untuk memimpin peradaban. Generasi yang kokoh keimanannya, menjadikan Al- Qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup utama. Memiliki kejujuran, kepedulian sosial dan integritas tinggi, menguasai ilmu agama serta sains modern untuk kemajuan umat.
Dan menjadi generasi Tangguh dalam menghadapi tantangan. Hal ini hanya terwujud dalam negara yang menerapkan syariat Islam, yaitu khilafah ala minnaj nubuwah.
Wallahu alam bishawab.