‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

KKN Unimal Kelompok 53 Dorong UMKM Atap Daun Palem Go Digital, Pasar Lokal Dibidik Lebih Luas


author photo

26 Agu 2026 - 18.29 WIB


ACEH UTARA — Potensi usaha lokal di pedesaan mulai didorong menembus pasar digital. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 53 Universitas Malikussaleh (Unimal) mengambil langkah konkret dengan membantu mempromosikan usaha pembuatan atap berbahan daun palem milik Ibu Bawi di Desa Krueng Seupeng, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 itu menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN dalam mendukung digitalisasi usaha mikro sekaligus memperluas akses pemasaran produk masyarakat desa.

Usaha Ibu Bawi selama ini memproduksi atap tradisional berbahan daun palem secara manual. Meski dikerjakan dengan metode sederhana, produk tersebut memiliki nilai guna sekaligus menyimpan potensi ekonomi yang cukup besar apabila mampu dipasarkan secara lebih luas.

Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 53 tidak hanya membantu memperkenalkan produk secara langsung, tetapi juga membawa usaha tersebut masuk ke ruang digital. Promosi dilakukan melalui konten media sosial Instagram dan TikTok milik KKN Kelompok 53.

Ketua KKN Kelompok 53, Wanda Dedek Andrean, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu UMKM desa memperluas jangkauan pasar.

«“Kami melihat usaha atap daun palem milik Ibu Bawi memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan. Karena itu, kami berinisiatif membantu memperkenalkan produk ini melalui media sosial agar jangkauan promosinya lebih luas dan masyarakat di luar desa juga dapat mengetahui keberadaan produk tersebut,” ujar Wanda.»

Konten yang dibuat mahasiswa tidak sekadar menampilkan produk, tetapi juga memperkenalkan proses pembuatan serta potensi usaha tersebut. Strategi ini diharapkan mampu mengubah pola pemasaran yang sebelumnya lebih mengandalkan pelanggan sekitar menjadi pemasaran yang dapat menjangkau konsumen di luar desa.

Tak berhenti pada media sosial, mahasiswa juga membantu mendaftarkan lokasi usaha Ibu Bawi ke Google Maps. Langkah tersebut dinilai penting agar keberadaan usaha dapat ditemukan dengan lebih mudah oleh calon pelanggan yang mencari produk maupun lokasi usaha melalui internet.

Bagi Ibu Bawi, langkah tersebut menjadi pengalaman baru dalam memasarkan produk yang selama ini dilakukan secara konvensional.

«“Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu mempromosikan usaha kami melalui media sosial dan mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps. Sebelumnya, usaha ini lebih banyak dikenal oleh masyarakat sekitar,” kata Ibu Bawi.»

Ia berharap keberadaan promosi digital dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap produk atap daun palem sekaligus membuka peluang pasar baru bagi usahanya.

Program KKN tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi UMKM tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Pemanfaatan media sosial, peta digital, serta konten promosi yang konsisten dapat menjadi pintu masuk bagi usaha masyarakat desa untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.

Bagi KKN Kelompok 53 Unimal, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghubungkan potensi ekonomi masyarakat dengan perkembangan teknologi. Produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini memiliki peluang untuk ditemukan oleh masyarakat di luar desa.

Mahasiswa berharap pendampingan tersebut tidak berhenti pada kegiatan KKN, tetapi dapat menjadi awal bagi Ibu Bawi dan pelaku UMKM lainnya di Desa Krueng Seupeng untuk semakin aktif memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi, pemasaran, dan pengembangan usaha.

Dengan demikian, kerajinan tradisional berbahan daun palem tidak hanya bertahan sebagai produk lokal, tetapi juga memiliki peluang berkembang menjadi komoditas ekonomi desa yang mampu menjangkau pasar lebih luas.(**)
Bagikan:
KOMENTAR