‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Jalan Dikupas Belum Diaspal, Warga Blang Pulo Desak Kontraktor Bertanggung Jawab: Korban Mulai Berjatuhan


author photo

26 Agu 2026 - 17.58 WIB


LHOKSEUMAWE — Pengupasan badan jalan di kawasan Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, yang belum dilanjutkan dengan pengaspalan kembali mulai menuai sorotan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari, karena minimnya rambu-rambu dan tanda peringatan di lokasi pekerjaan. Rabu (26 Agu 2026).

Sejumlah warga menyebut kondisi jalan yang masih dalam keadaan terkupas membuat pengendara kesulitan mengenali perubahan permukaan badan jalan. Situasi itu disebut telah menyebabkan sejumlah pengguna jalan mengalami kecelakaan.

“Sudah banyak korban berjatuhan. Kami meminta pihak terkait segera mengaspal kembali jalan yang sudah dikupas. Jangan menunggu ada korban lebih banyak baru bertindak,” ujar salah seorang warga setempat kepada media ini.

Menurut warga, persoalan tersebut semakin serius ketika malam hari. Minimnya penerangan, rambu peringatan, serta perlengkapan pengamanan pekerjaan jalan membuat keberadaan area yang dikupas sulit terlihat oleh pengendara.

Dalam pelaksanaan pekerjaan jalan, area kerja semestinya dilengkapi manajemen dan rekayasa lalu lintas yang memadai, termasuk rambu sementara, delineator atau perangkat pengarah, serta pengamanan pada bagian jalan yang mengalami perubahan permukaan. Pengaturan tersebut penting untuk memberi informasi kepada pengguna jalan dan meminimalkan risiko kecelakaan selama pekerjaan berlangsung.

Karena itu, warga meminta pemilik pekerjaan, pelaksana atau kontraktor, serta instansi teknis terkait segera melakukan evaluasi terhadap kondisi lapangan. Jika pekerjaan belum dapat diselesaikan dalam waktu singkat, pengamanan lokasi dinilai harus diperketat agar pengguna jalan tetap dapat melintas dengan aman.

“Kami sebagai masyarakat meminta pihak terkait segera turun dan memperbaiki jalan yang sudah dikupas agar tidak ada korban lagi. Kalau persoalan ini juga tidak direspons, jangan salahkan masyarakat apabila jalan tersebut kami blokir sebagai bentuk protes,” tegas warga tersebut.

Warga juga mempertanyakan siapa yang harus bertanggung jawab apabila kecelakaan terus terjadi di area pekerjaan yang belum dilengkapi pengamanan memadai.

Sorotan ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak pelaksana agar tidak hanya mengejar target fisik pekerjaan, tetapi juga memastikan aspek keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas selama proses konstruksi berlangsung.

Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai status pekerjaan, jadwal pengaspalan kembali, serta langkah pengamanan yang akan dilakukan di lokasi. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi teknis terkait mengenai keluhan dan kecelakaan yang disampaikan warga.(A1)
Bagikan:
KOMENTAR