LHOKSEUMAWE – Kelangkaan semen yang terjadi di Kota Lhokseumawe dalam sepekan terakhir mulai berdampak pada aktivitas pembangunan masyarakat. Selain pasokan yang sulit diperoleh, harga semen di pasaran juga mengalami lonjakan signifikan, dari kisaran Rp95 ribu menjadi sekitar Rp100 ribu per sak, bahkan di sejumlah toko bangunan dilaporkan melebihi angka tersebut, Jumat (7/8/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan pasokan semen belum kembali normal meskipun dua kapal pengangkut semen telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukueh. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait efektivitas distribusi, karena harga jual di tingkat konsumen belum menunjukkan penurunan.
Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh semen untuk kebutuhan pembangunan rumah maupun proyek skala kecil. Kalaupun tersedia di toko bangunan, harga yang ditawarkan dinilai masih tinggi sehingga membebani masyarakat.
Situasi ini dinilai berpotensi menghambat aktivitas pembangunan serta menurunkan daya beli masyarakat apabila tidak segera ditangani. Masyarakat berharap pemerintah bersama instansi terkait segera melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap distribusi serta stabilisasi harga semen agar kelangkaan tidak terus berlanjut.
Publik juga mendesak pemerintah mengusut penyebab terganggunya pasokan dan memastikan distribusi berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang wajar.(A1)