ACEH UTARA – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 11 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Salah satunya melalui kehadiran Pojok Baca di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (22/8/2026).
Program tersebut dirancang sebagai ruang literasi yang mudah diakses anak-anak sekaligus menjadi sarana alternatif untuk membaca, belajar, dan menambah wawasan di luar kegiatan pendidikan formal.
Mahasiswa KPM Kelompok 11 menata ruang baca dengan menyediakan beragam buku yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak-anak. Kehadiran fasilitas sederhana tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendorong anak-anak untuk lebih dekat dengan buku.
Ketua KPM Kelompok 11, Hari Nurhudayat, mengatakan Pojok Baca sengaja dihadirkan untuk menciptakan ruang belajar yang menarik, nyaman, dan mudah dijangkau masyarakat.
«“Kami berharap Pojok Baca ini dapat menjadi ruang yang nyaman bagi anak-anak untuk membaca dan belajar. Semoga keberadaannya dapat menumbuhkan kebiasaan membaca serta meningkatkan minat literasi anak-anak di Desa Geudumbak,” ujar Hari.»
Menurutnya, membangun kebiasaan membaca tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Lingkungan yang mendukung dan ruang yang menarik juga diperlukan agar aktivitas membaca menjadi kebiasaan positif yang dilakukan secara berkelanjutan.
Kehadiran Pojok Baca mendapat apresiasi dari aparatur desa dan masyarakat Geudumbak. Program tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
«“Kami sangat mengapresiasi adanya Pojok Baca ini. Semoga anak-anak dapat memanfaatkannya dengan baik dan kegiatan membaca bisa menjadi kebiasaan positif bagi mereka,” ungkap salah seorang aparatur Desa Geudumbak.»
Mahasiswa KPM Kelompok 11 berharap Pojok Baca tidak berhenti sebagai program sementara selama masa pengabdian. Mereka mendorong masyarakat untuk merawat, memanfaatkan, dan mengembangkan fasilitas tersebut agar tetap hidup serta memberikan manfaat bagi generasi muda Desa Geudumbak.
Dengan hadirnya ruang literasi tersebut, mahasiswa berharap anak-anak tidak hanya menjadikan buku sebagai bahan bacaan, tetapi juga menjadikannya sebagai pintu untuk memperluas pengetahuan, membangun kreativitas, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.(**)