BANDA ACEH — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh memanfaatkan lahan idle di area blok hunian untuk budidaya semangka sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional dan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Panen dilakukan pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Akhmad Heru Setiawan, bersama pejabat struktural dan jajaran staf.
Dari lahan tersebut, sebanyak 34 buah semangka dengan total berat 121 kilogram berhasil dipanen.
Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum produktif agar dapat menghasilkan komoditas pangan sekaligus mendukung program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Akhmad Heru Setiawan, mengatakan panen semangka tersebut merupakan upaya jajarannya mendukung program ketahanan pangan nasional.
«“Sebanyak 34 buah semangka berhasil dipanen dengan jumlah berat mencapai 121 kilogram. Ini merupakan suatu upaya Lapas Banda Aceh dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.»
Hasil Panen Masuk Dapur Warga Binaan
Seluruh hasil panen semangka selanjutnya diserahkan kepada pihak Bama untuk dimanfaatkan dalam penyediaan makanan bagi Warga Binaan.
Sebagian hasil panen juga langsung dibelah dan dibagikan kepada Warga Binaan yang sedang beraktivitas di dalam blok hunian.
Pemanfaatan hasil panen secara langsung tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pertanian di lingkungan Lapas tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan produktif, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan Warga Binaan.
Di sisi lain, program tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian. Kegiatan bercocok tanam diharapkan dapat memberikan pengalaman dan keterampilan kepada Warga Binaan sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
Bukan Sekadar Seremonial
Pemanfaatan lahan idle menjadi lahan pertanian produktif patut diapresiasi. Namun, keberlanjutan program menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan agar kegiatan ketahanan pangan tidak berhenti pada momentum panen atau kegiatan seremonial semata.
Optimalisasi lahan, produktivitas hasil pertanian, keterlibatan Warga Binaan serta mekanisme pemanfaatan hasil panen menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana program tersebut memberikan manfaat nyata.
Lapas Kelas IIA Banda Aceh menyatakan akan terus mengoptimalkan lahan yang tersedia dengan mengembangkan berbagai komoditas pangan dan kegiatan produktif lainnya.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan secara berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan panen semangka berlangsung aman, tertib dan lancar.
Redaksi mencatat, keberhasilan memanen 121 kilogram semangka dari lahan idle merupakan langkah positif. Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut konsisten, terukur dan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan serta keterampilan Warga Binaan.(A1)