Aktivis Muslimah Balikpapan
Aliansi Balikpapan Bergerak Gelar Aksi Demo, Soroti Air Bersih, Antrean BBM, hingga Pemadaman Listrik.
Koordinator Aliansi Balikpapan Bergerak, Susliadin, mengatakan berbagai persoalan tersebut bukan isu baru. Menurut dia, sejumlah persoalan telah berulang kali disampaikan melalui aksi dan evaluasi sejak 2024, tetapi masyarakat masih menunggu tindak lanjut yang dinilai konkret dari pemerintah.
“Persoalan-persoalan ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kami meminta pemerintah tidak hanya memberikan respons, tetapi juga menghadirkan langkah konkret dan terukur,” kata Susliadin.
Sistem Kapitalis Penyebab Pelayanan Publik Bersoal dan Berulang
Tuntutan atas pelayanan dan pertanggungjawaban pemimpin atas berbagai problem saat ini memang sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya di Balikpapan.
Namun masyarakat dalam hal ini yang terwakili oleh aksi mahasiswa harus memahami bahwa tuntutan praktis tidak akan efektif, karena tata kelola pemerintahan yang menghasilkan kebijakan untuk masyarakat dan sumber daya energi saat ini dikelola sesuai aturan Kapitalis yang liberal.
Sehingga ini seiring berjalan dengan apa yang di sampaikan oleh koordinator aksi, akhirnya pemerintah hanya sekedar merespon.
Solusi pragmatik lewat demo, termasuk apa yang diungkapkan oleh penguasa tentu tidak akan pernah adil dan tidak akan memberikan jaminan terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Masyarakat yang cerdas dan jajaran penguasa harusnya melihat persoalan dari akar dan hulu karena sikap dan kebijakannya akan berpengaruh pada masyarakat.
Akar masalahnya sebenarnya karena liberalisasi SDAE/ BBM sesuai dengan paradigma kapitalisme liberal yang menyerahkan SDAE/BBM pada mekanisme pasar dan swasta/asing, sementara posisi negara hanya sebagai regulator.
Kebijakan dalam sistem kapitalis liberal yang dalam pengelolaan kebutuhan masyarakat tidak menjadikan paradigma utamanya. Sehingga masyarakat dihadapkan pada kondisi menerima pengelolaan kebutuhannya diatur pada pemilik modal atau kapital. Dalam konsep kapitalis inilah aspek kepemilikan di bebaskan, sehingga yang memiliki modal besar bisa menguasai.
Maka untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kebutuhan masyarakat yang bersifat sistemik ini, di butuhkan solusi yang bersifat sistemik.
Islam Kaffah Solusi Kebutuhan Sistemik
Masyarakat harus dicerdaskan dengan melihat akar persoalannya, sehingga mengambil Islam sebagai solusi. Dengan pemahaman Islam politik yang benar maka masyarakat akan berdakwah kepada penguasa dan menuntut solusi sistemik.
Dalam pandangan Islam, SDAE (air, BBM, listrik) adalah milik umat yang seharusnya dikelola negara sesuai dengan prinsip-prinsip syariah untuk menjalankan amanah meriayah rakyat memenuhi kebutuhan dasarnya.
Persoalan kebutuhan sistem ini tidak bisa dilepaskan dengan konsep ibadah, yaitu habluminannas (ibadah pada sesama manusia).
Islam memandang bahwa negara wajib melaksanakan Islam untuk mewujudkan setiap individu terpenuhi semua kebutuhannya. Maka Islam terintegrasi dengan aturan hidup yang lain, tidak boleh terpisahkan.
Dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat atau umat, negara wajib menerapkan sistem ekonomi Islam. Di dalam sistem ekonomi Islam pendistribusian kepemilikan bersandar pada syari'ah. Kepemilikan umum, seperti air, padang rumput dan api ini harus di kelola oleh negara. Tidak di perbolehkan di miliki oleh individu ataupun sekelompok orang.
اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ في ثلَاَثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْماَءِ وَالنَّار
Artinya: Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api. (HR Abu Dawud dan Ahmad)
Dalam hadits yang lain dinyatakan:
اَلْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْمَاءِ وَالْكَلإِ وَالنَّارِ وَثَمنَهُ حَرَامٌ
Artinya: Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput dan api; dan harganya adalah haram. (HR. Ibnu Majah
Dari hadis ini menunjukkan bahwa sistem ekonomi Islam mengantisipasi kebutuhan umat agar bisa terdistribusi dengan baik.
Dan ketika ada seorang umat tidak tertunaikan kebutuhanmya, maka umat bisa menyampaikan hal ini kepada negara, atau bisa melalui ahlul halli wal aqdi. Dalam Islam kontroling terhadap pelaksanaan syariah ini sangat di butuhkan. Karena pelaksanaan urusan umat ini adalah manusia. Sehingga butuh adanya kontroling dan inilah yang akan menjadikan suasana pelaksanaan Islam menjadi kondusif, yaitu suasana keimanan.
Seorang pemimpin akan takut atas kepemimpinannya. Dan ini akan lebih tersuasana karena ikatan akidah. Pemimpin akan menerima saran, nasehat dan muhasabah atas pelaksanaannya kepada umat.
Sehingga inilah yang di butuhkan umat saat ini, yaitu perubahan sistemik Islam.