Tiket Aceh ke Depok Mulai Diperebutkan, Santri Championship 2026 Panaskan Persaingan


author photo

4 Okt 2026 - 19.12 WIB


BANDA ACEH — Jalan menuju panggung nasional mulai dibuka. Para santri di Aceh kini bersiap memperebutkan tiket untuk membawa nama daerah ke ajang Santri Championship 2026 di Depok, Jawa Barat.

Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh menjadikan Santri Championship 2026 di Banda Aceh bukan sekadar turnamen, tetapi juga arena seleksi untuk menemukan tim santri terbaik yang akan menjadi wakil Aceh di tingkat nasional.

Persiapan perebutan tiket tersebut ditandai rapat perdana pengurus KSMI Aceh di Banda Aceh, Sabtu (3/10/2026). Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari penjaringan peserta, mekanisme kompetisi, seleksi tim hingga persiapan keberangkatan wakil Aceh ke Depok.

Ketua KSMI Aceh, Muktarrudin Usman, SE., mengatakan Santri Championship 2026 menjadi bagian penting dari pembinaan sekaligus pencarian talenta sepakbola mini di kalangan santri.

“Kami dari KSMI Aceh akan melaksanakan Santri Championship 2026 di Kota Banda Aceh. Nantinya, para pemenang akan mewakili Aceh untuk bertanding di Depok, Jawa Barat, pada 28-31 Oktober 2026,” kata Muktarrudin.

Seleksi tingkat Aceh dijadwalkan berlangsung pada 9-10 Oktober 2026. Dengan waktu yang semakin sempit, KSMI Aceh langsung bergerak menjaring calon peserta dari sejumlah dayah dan pesantren di Banda Aceh serta Aceh Besar.

Surat undangan kepada dayah dan pesantren akan segera dilayangkan. Para peserta akan diberi ruang untuk membuktikan kemampuan di lapangan sekaligus bersaing memperebutkan kesempatan tampil membawa nama Aceh di pentas nasional.

“Segera kita akan memanggil peserta seleksi. Insya Allah Senin lusa akan kita layangkan surat,” ujarnya.

Sebelum pertandingan digelar, KSMI Aceh menjadwalkan technical meeting (TM) pada Rabu (7/10/2026) di Sekretariat KSMI Aceh. Forum tersebut akan membahas teknis pertandingan, ketentuan peserta serta regulasi kompetisi agar seluruh kontestan memiliki pemahaman yang sama.

Dari arena inilah tim terbaik akan dipilih. Mereka kemudian dipersiapkan untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional di Depok.

Karena itu, Santri Championship 2026 memiliki taruhan lebih besar daripada sekadar kemenangan pertandingan. Turnamen ini menjadi panggung pembuktian bagi talenta-talenta muda dari dayah sekaligus jalur awal menuju pengalaman kompetisi yang lebih luas.

Rapat perdana KSMI Aceh juga menjadi ajang konsolidasi kepengurusan. Pembagian tugas dan kesiapan teknis dimatangkan agar seluruh rangkaian kompetisi berjalan terarah dan tidak kehilangan momentum.

Dalam kesempatan tersebut, KSMI Aceh turut menyerahkan seragam pengurus. Muktarrudin menyerahkan seragam kepada Sekretaris KSMI Aceh Muhammad Zubir, SH., MH., dan Bendahara KSMI Aceh Mariadi, ST., MM.

Penyerahan seragam menjadi simbol penguatan kebersamaan sekaligus identitas kepengurusan dalam menjalankan agenda organisasi, terutama menghadapi agenda besar Santri Championship 2026.

Muktarrudin menegaskan, seluruh pengurus harus bergerak bersama agar kompetisi berlangsung maksimal. Ia berharap ajang tersebut tidak hanya melahirkan tim pemenang, tetapi juga membuka jalan bagi santri Aceh untuk berkembang melalui sepakbola mini.

“Kita ingin kompetisi ini berjalan dengan baik dan sportif. Yang paling penting, kita mendapatkan tim terbaik untuk mewakili Aceh di tingkat nasional,” katanya.

Kini waktu menjadi tantangan tersendiri. Seleksi tinggal hitungan hari. Surat kepada dayah dan pesantren segera dikirim, technical meeting disiapkan, sementara proses penjaringan mulai diarahkan untuk menemukan tim yang paling siap bertarung di Depok.

Dari Banda Aceh, perburuan tiket nasional dimulai. Siapa yang akan keluar sebagai yang terbaik dan membawa nama Aceh ke Depok? Jawabannya akan ditentukan di lapangan.(r)
Bagikan:
KOMENTAR