BANDA ACEH — Inovasi di bidang kesehatan jantung kembali mengantarkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menorehkan prestasi di tingkat internasional. Empat mahasiswa FK USK berhasil meraih Juara I (1st Winner) International Scientific Essay Competition dalam ajang Airlangga Medical Scientific Week (AMSW) 2026 melalui gagasan inovatif bertajuk “HEART-PLAY: Gamified Telerehabilitation with Smartwatch-Based Biofeedback to Optimize Exercise Adherence in Post-Myocardial Infarction Patients.”
Tim peraih penghargaan tersebut terdiri atas Putri Suhaila, Nazira Evanda, Salwa Keisha, dan Fathia Nabila, yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Karya ilmiah ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. dr. Teuku Heriansyah, Sp.JP(K)-FIHA, Subsp.P.R.Kv, FESC, FAsCC, FAPSC, dari Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi FK USK, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan gagasan berbasis ilmu kedokteran dan teknologi untuk menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks.
*HEART-PLAY: Mengubah Rehabilitasi Jantung Menjadi Lebih Adaptif dan Menarik*
Melalui esai HEART-PLAY, tim FK USK mengangkat persoalan yang kerap dihadapi pasien setelah mengalami serangan jantung (myocardial infarction), yakni rendahnya kepatuhan dalam menjalani rehabilitasi jantung. Padahal, rehabilitasi berbasis latihan fisik merupakan salah satu bagian penting dalam pemulihan dan pencegahan kejadian kardiovaskular berulang.
Dalam praktiknya, pasien sering kali menghadapi berbagai hambatan setelah keluar dari rumah sakit, mulai dari keterbatasan akses dan transportasi menuju pusat rehabilitasi, menurunnya motivasi, hingga rasa takut untuk kembali melakukan aktivitas fisik. Salah satu hambatan psikologis yang disoroti dalam esai ini adalah kinesiophobia, yaitu ketakutan terhadap gerakan atau aktivitas fisik karena khawatir dapat membahayakan kondisi jantung.
Berangkat dari persoalan tersebut, HEART-PLAY diusulkan sebagai konsep rehabilitasi jantung jarak jauh (cardiac telerehabilitation) yang mengintegrasikan teknologi smartwatch, pemantauan kondisi fisiologis, target latihan individual, serta pendekatan gamifikasi. Melalui konsep ini, rehabilitasi tidak hanya diarahkan untuk membantu pasien berolahraga secara teratur, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri mereka untuk bergerak dengan aman sesuai arahan tenaga medis.
Salah satu keunggulan HEART-PLAY terletak pada pemanfaatan smartwatch untuk memantau detak jantung dan variabilitas denyut jantung (heart rate variability/HRV) selama latihan. Informasi tersebut diterjemahkan ke dalam zona berwarna yang mudah dipahami, sehingga pasien memperoleh umpan balik mengenai kondisi aktivitas fisiknya tanpa harus terus-menerus terpaku pada angka detak jantung.
Sistem ini juga dirancang dengan mekanisme peringatan bertingkat, yaitu adaptive, protective, dan critical. Setiap tingkatan memiliki respons yang berbeda, mulai dari penyesuaian intensitas latihan, instruksi untuk melakukan pendinginan, hingga penghentian sesi dan eskalasi kepada tim klinis apabila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Dengan demikian, teknologi tidak hanya berperan sebagai alat pemantauan, tetapi juga menjadi bagian dari kerangka keselamatan dan pendampingan rehabilitasi.
Tidak berhenti pada aspek teknologi, HEART-PLAY turut menghadirkan unsur permainan berupa quests, pencapaian bertahap, komunitas atau peer guild, serta keterlibatan pendamping pasien. Mekanisme tersebut dirancang berdasarkan Self-Determination Theory, yang menekankan tiga kebutuhan psikologis dalam membangun motivasi jangka panjang, yaitu otonomi (autonomy), kompetensi (competence), dan keterhubungan sosial (relatedness).
Melalui pendekatan tersebut, pasien memiliki ruang untuk menentukan pilihan aktivitas dalam batas yang telah ditetapkan dokter, memperoleh tantangan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik, serta merasakan dukungan sosial selama menjalani pemulihan. Sistem ini juga dirancang agar umpan balik dari smartwatch dapat dikurangi secara bertahap, sehingga pasien tidak terus bergantung pada pemantauan perangkat dan perlahan mampu membangun kepercayaan terhadap kemampuan tubuhnya sendiri.
Secara keseluruhan, HEART-PLAY menawarkan perspektif baru dalam rehabilitasi jantung: menggabungkan pendekatan medis, teknologi wearable, dan ilmu perilaku untuk menjadikan proses pemulihan lebih personal, terukur, serta berorientasi pada kepatuhan jangka panjang. Gagasan ini tetap menempatkan penilaian dan pengawasan tenaga medis sebagai fondasi utama, serta memerlukan pengembangan dan evaluasi lebih lanjut sebelum diterapkan dalam pelayanan klinis.
*Bersaing dengan Perguruan Tinggi Ternama*
Prestasi ini diraih melalui persaingan dalam ajang ilmiah yang terbuka bagi mahasiswa internasional. Pada kompetisi tersebut, tim FK USK berhadapan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Udayana, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
AMSW 2026 mengusung tema besar “Beyond Breath and Beat: Shaping the Future of Cardiorespiratory Health”, yang mendorong lahirnya gagasan dan inovasi untuk menjawab tantangan kesehatan kardiovaskular dan respirasi. Dalam rangkaian kompetisinya, Scientific Essay menjadi salah satu cabang yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran ilmiah, mengkaji persoalan kesehatan, dan menawarkan solusi berbasis bukti.
Babak final AMSW 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Keberhasilan tim FK USK meraih posisi tertinggi pada cabang International Scientific Essay Competition menjadi bukti bahwa ide dan kontribusi ilmiah mahasiswa dari Aceh mampu bersaing serta memperoleh pengakuan di forum akademik internasional.
*Dukungan Fakultas dan Universitas*
Capaian membanggakan ini juga tidak terlepas dari dukungan lingkungan akademik Fakultas Kedokteran dan Universitas Syiah Kuala dalam mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Dukungan tersebut turut diberikan oleh Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran USK, Dr. dr. Nur Wahyuniati, M.Imun., yang mendukung pengembangan prestasi dan aktivitas kemahasiswaan di lingkungan fakultas.
Apresiasi dan dukungan juga hadir dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH. Dukungan pimpinan fakultas dan universitas menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa untuk berani mengeksplorasi gagasan, menghasilkan karya inovatif, dan membawa nama universitas ke panggung internasional.
Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing dalam menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga menawarkan perspektif solusi terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.
Melalui HEART-PLAY, tim FK USK menunjukkan bahwa inovasi kesehatan tidak selalu harus berangkat dari teknologi yang rumit, tetapi juga dapat dimulai dari keberanian memahami kebutuhan pasien dan merancang pendekatan yang lebih manusiawi. Prestasi Juara I di AMSW 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa FK USK lainnya untuk terus berkarya, memperkuat budaya riset, dan mengambil bagian dalam menghadirkan inovasi kesehatan yang berdampak bagi masyarakat luas.
Kemenangan ini bukan sekadar pencapaian di atas podium, melainkan langkah nyata mahasiswa FK USK dalam membawa gagasan inovasi kesehatan dari Aceh untuk menjawab tantangan medis di tingkat global.