‎ ‎
‎ ‎

Kepemimpinan Global yang Membawa Rahmat


author photo

19 Jan 2026 - 11.14 WIB



Hari ini, dunia berada di bawah kendali Amerika Serikat dan ideologi kapitalisme yang diusungnya. Dampaknya sangat nyata: umat Islam terjajah, lemah, menderita, dan semakin jauh dari jati diri. Sekularisasi merasuki setiap aspek kehidupan, sementara keserakahan kepemimpinan kapitalisme global memicu berbagai bencana ekologis yang mengancam keberlangsungan hidup manusia. Ironisnya, AS terus menunjukkan arogansinya dengan serangan dan ancaman ke berbagai negara, termasuk Venezuela, demi menguasai sumber daya alam.

Ideologi kapitalisme sekuler telah merusak sendi-sendi kehidupan umat. Akidah, muamalah, akhlak, ekonomi, politik, sosial budaya, hingga pendidikan, semuanya terkontaminasi oleh nilai materialisme. AS menggunakan segala cara, termasuk aneksasi dan intervensi militer, untuk menguasai dunia. Mereka mengabaikan hukum internasional dan kecaman masyarakat global, demi melanggengkan hegemoni dan kepentingan ekonomi.

Di tengah kondisi ini, umat Islam harus kembali mengingat keberadaan *mabda* Islam sebagai modal kebangkitan. Islam bukan hanya agama ritual, tetapi ideologi yang mampu mengatur seluruh aspek kehidupan. Kepemimpinan Islam adalah satu-satunya harapan untuk mengembalikan tatanan dunia yang penuh rahmat. Khilafah Islam bukan sekadar melindungi umat Islam, tetapi juga seluruh manusia dari kedzaliman, kemungkaran, dan kerusakan yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme.

Khilafah akan menegakkan keadilan, menjaga kelestarian alam, dan memastikan kesejahteraan tanpa kompromi kepentingan segelintir pihak. Dengan penerapan syariat Islam secara kaffah, dunia akan terbebas dari eksploitasi, perang, dan bencana yang lahir dari keserakahan. Saatnya umat bersatu, menguatkan dakwah ideologis, dan memperjuangkan tegaknya kepemimpinan Islam. Karena hanya dengan kepemimpinan yang membawa rahmat, dunia akan kembali pada jalan yang benar—jalan yang menjamin keselamatan, keadilan, dan kemuliaan bagi seluruh manusia.
Bagikan:
KOMENTAR