#opini
Oleh: Aisyah (Aktivis Dakwah)
Jujur, sebagai seorang muslim membaca dan mendengar berita saudara di Gaza Palestina merasa sangat marah dengan tindakan biadab zionis Isra*l yang melenyapkan ribuan warga sipil tanpa jejak.
Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak.
Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story", setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023. (CNN, 14/2/2026)
Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza bikinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum memberikan fondasi peran yang kuat untuk membawa arah maju bagi masyarakat di Palestina. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia (Wamenlu) Dino Patti Djalal mengatakan, bahkan negara-negara anggota BoP tak mampu menunjukkan sikap empati terkait penderitaan rakyat Palestina, di Jalur Gaza yang hingga kini masih menjadi korban invansi penjajahan Zionis Israel. (Republika, 21/2/2026)
Kita banyak belajar bahwa penyelesaian masalah genosida di Gaza Palestina tidak bisa diselesaikan dengan "bahasa baik" apalagi lewat organisasi perdamaian yang isinya penjahat genosida.
*Zion*is Melanggar Hukum Internasional*
Berdasarkan Konvensi Jenewa 1949, penggunaan senjata yang bisa menyebabkan "kerusakan dan dan kematian massal" dalam konflik bersenjata internasional dianggap sebagai suatu yang melanggar hukum internasional.
Dalam beberapa waktu terakhir Zionis mengunakan senjata pemusnah berupa bom termal dan termobarik yang jelas diatur dalam hukum internasional merupakan kejahatan perang. Bom thermobaric atau bom vakum merupakan salah satu jenis bom dengan daya hancur luar biasa yang mampu menimbulkan kerusakan yang parah.
Sudah sangat jelas, ini bukan perang biasa, tapi ini genosida. Bahkan dikabarkan senjata ini dipasok dari Amerika Serikat yang katanya menginginkan perdamaian untuk Gaza Palestina. Jelas, semua nya bulsyit, bukan?
Tidak ada seorangpun yang mampu menghentikan kebengisan zionis membabi buta warga sipil Palestina. Menurut data yang dihimpun badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), akumulasi jumlah warga Palestina di Jalur Gaza yang tewas akibat serangan Israel sampai 17 September 2025 mencapai 65 ribu orang.
Korban jiwanya terdiri atas 27,6 ribu laki-laki, 9,7 ribu perempuan, 18,4 ribu anak-anak, dan 4,4 ribu orang lanjut usia (Databoks, 2025).
Warga sipil jadi sasaran, ini penghapusan etnis. Kaum muslim paham ini melanggar HAM dan menyakiti hati nurani. Namun, tidak mampu berbuat apa-apa karena tidak ada kekuatan besar dari kaum Muslim.
*Solusi Islam terhadap tanah kaum muslim (Kharajiyah)*
Hanya ada satu cara untuk mematahkan genosida Zionis, yaitu dengan jihad. Kaum muslim seluruh dunia perlu bersatu dalam satu komando kepemimpinan. Jumlah kaum Muslim tidak sedikit, sekitar 2 miliyar. Ini bukan solusi kosong, karena tanah Kharajiyah (Al-Quds Palestina) sudah beberapa kali kembali ke tangan kaum muslim.
Inilah bukti bahwa persatuan umat untuk melakukan jihad melawan zionis adalah kunci pembebasan Palestina.
Komando itu perlu instansi yang menerapkan syari'at Islam secara menyeluruh dalam kehidupan. Meninggikan kalimat Allah (Al-Qur'an) sebagai rujukan dalam bernegara. Instansi tersebut adalah khilafah.
Khilafah adalah sistem kepemimpinan yang menerapkan aturan Allah dalam mengelola negara. Khalifah adalah sosok pemimpin dalam Daulah Islam.
Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Ia akan dijadikan perisai saat orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika ia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan adil, maka dengannya, ia akan mendapatkan pahala. Namun, jika ia memerintahkan yang lain, maka ia juga akan mendapatkan dosa/azab karenanya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Imam yang dimaksud disini adalah Khalifah.
Khalifah wajib memimpin negara dengan hukum Syara'
Ketika solusi Islam adalah jihad, maka wajib bagi Khalifah untuk menggerakkan umat untuk jihad.
Terlebih jika ditinjau dari sudut pandang syariat, keduanya (jihad dan Khilafah) merupakan bagian dari ajaran Islam. Masalah Gaza Palestina sejatinya adalah masalah agama, yakni penguasaan atas tanah umat Islam, bukan semata masalah kemanusiaan sebagaimana yang terus digembar-gemborkan. Dengan demikian, solusi atasnya harus melihat bagaimana cara Islam memberikan tuntunan.
Sungguh, Islam telah memerintahkan untuk memerangi siapa saja yang memerangi kaum muslim dan mengusir kaum muslim dari tanah-tanah mereka. Allah Swt. berfirman, “Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian.” (QS Al-Baqarah [2]: 190). Juga firman-Nya, “Bunuhlah mereka di mana saja kalian jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (QS Al-Baqarah [2]: 191).
Ketika Islam bersatu dalam satu komando, tak ada lagi sekat, semua satu tubuh. Aturan Allah dijadikan landasan kehidupan. Termasuk membebaskan wilayah kaum muslim yang terjajah.
Sudah cukup sampai disini kita melihat kebiadaban z*onis laknatullah dalam genosida terhadap saudara seiman kita di Palestina.
Saatnya bersatu, suarakan solusi hakiki!!!
Semoga Allah mencatat amal kebaikan kita yang tetap konsisten dalam memperjuangkan kebebasan saudara kita di Palestina..Aamiin yaa rabbal alaamiin.
Wallahu 'alam bissawab
